Samarinda – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda memaparkan perkembangan kinerja perusahaan sekaligus rencana program kerja tahun 2027 dalam rapat hearing bersama Komisi II DPRD Kota Samarinda dan mitra kerja, yang digelar pada Senin (13/7/2026) di Ruang Kerja Komisi II Lantai 3 DPRD Kota Samarinda.
Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya. Dalam hearing itu, pihaknya menjelaskan perkembangan perusahaan, kontribusi terhadap masyarakat maupun Pemerintah Kota Samarinda, serta rencana-rencana strategis yang akan dijalankan pada 2027.
“Lebih banyak kita menjelaskan tentang perkembangan Varia Niaga hari ini, kontribusinya terhadap masyarakat dan pemerintah kota, dan tentunya rencana-rencana ke depan di tahun-tahun yang akan datang, di tahun 2027. Tadi sudah kami paparkan semuanya, alhamdulillah disambut positif oleh pimpinan dan anggota Komisi II, yang bahkan kami di support untuk bagaimana mengimplementasikan rencana-rencana kami di tahun 2027,” ujar Syamsuddin.
Menurutnya, program utama yang akan dikembangkan merupakan program jangka panjang untuk mendukung pengendalian inflasi, khususnya melalui sektor hulu pangan.
“Yang jelas program kami itu adalah program jangka panjang untuk tugas utama kami menjaga inflasi. Yang pertama adalah kita bermain di hulu. Hulu pangan, ada peternakan ayam, telur, dan pedaging, dengan memaksimalkan aset-aset milik Varia Niaga maupun aset-aset milik pemerintah kota yang *idle*. Nah, itu kami didukung oleh Komisi II untuk mengimplementasikan rencana itu,” katanya.
Dalam waktu dekat, Varia Niaga juga tengah mengembangkan program kandang anti bau yang diproyeksikan menjadi salah satu program unggulan Tim Pengendalian Inflasi Pemerintah (TPIP).
“Dalam waktu dekat ini kita lagi kembangkan program kandang anti bau yang untuk rencana program unggulan TPIP. Secara jangka panjang kita menyelesaikan inflasi dengan cara menghadirkan kandang-kandang di sekitar kota. Dan ini juga membantu pemerintah kota dalam memaksimalkan BUMRT-nya,” jelasnya.
Ia mengungkapkan prototipe kandang tersebut telah dibangun. Selain itu, model bisnis hingga penyediaan sumber pakan juga telah dipersiapkan.
“Kandang prototipenya sudah kami bangun. Model bisnisnya sudah kami persiapkan, termasuk sumber pakannya juga sudah kami persiapkan. Probiotik, omega. Sehat. Telur es,” ucapnya.
Syamsuddin menambahkan, pengelolaan peternakan nantinya akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Rukun Tetangga (BUMRT), sementara Varia Niaga akan memberikan pendampingan manajemen agar program berjalan berkelanjutan.
“Kita mendukung BUMRT untuk mengelola itu secara profesional, di-support oleh *management service* oleh Varia Niaga. Jadi kita menjaga jangan sampai program ini terhenti. Program ini harus berlangsung terus. Jadi kita fokus ke sana. Dan alhamdulillah didukung oleh anggota Komisi II DPRD Samarinda,” katanya.
Selain memaparkan program pengendalian inflasi, Varia Niaga juga menyampaikan target kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun ini perusahaan menargetkan PAD sebesar Rp2 miliar.
“Target PAD tahun ini kita 2 miliar, untuk semua lingkup usaha,” ujarnya.
Ia menyebut capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Hari ini bertumbuh ya, kita dari awal kan 450, 500, tahun ini 2 miliar. Dan sejarah Varia Niaga dari dulu PAD baru dijalankan sekarang,” katanya.
Menurut Syamsuddin, sektor yang selama ini memberikan kontribusi terbesar bagi perusahaan berasal dari bidang pangan dan jasa.
“Yang paling besar kami di sektor pangan sama sektor jasa,” pungkasnya. (Iqbal Al-Fiqri)













