Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Advedtorial

Program CSR Tambang di Kutim Dinilai Belum Sentuh Akar Kebutuhan UMKM

Zahara by Zahara
6 Agustus, 2025
in Advedtorial, DPRD Kaltim
0
Program CSR Tambang di Kutim Dinilai Belum Sentuh Akar Kebutuhan UMKM

Foto: legislator daerah asal Kutim, Syarifatul Sya’diah

FacebookTwitterWhatsapp

Samarinda – Sorotan terhadap efektivitas pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah tambang, khususnya Kutai Timur (Kutim), kembali mencuat.

Sejumlah pihak menilai bahwa kontribusi sosial perusahaan tambang belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan riil masyarakat, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di garis depan ekonomi lokal.

Minimnya dampak konkret program CSR menjadi salah satu keprihatinan yang mencuat. Banyak inisiatif dinilai masih bersifat seremonial dan tidak menyasar persoalan mendasar yang dihadapi pelaku usaha kecil, seperti keterbatasan akses modal, lemahnya kapasitas produksi, dan terbatasnya jaringan distribusi.

Pengamat kebijakan publik sekaligus legislator daerah asal Kutim, Syarifatul Sya’diah, menilai bahwa orientasi CSR seharusnya tidak berhenti pada pelaporan administratif semata.

Ia menekankan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan harus berbasis pada kebutuhan lapangan dan ditopang dengan parameter evaluasi yang jelas serta terukur.

“Program CSR idealnya tidak sekadar menghabiskan anggaran tahunan perusahaan, tapi benar-benar menjadi solusi bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar tambang,” ujar Syarifatul dalam keterangannya, Rabu (6/8/2025).

Menurutnya, salah satu kelompok yang paling membutuhkan intervensi jangka panjang adalah UMKM. Mereka selama ini hanya menjadi pelengkap dari narasi besar pembangunan, padahal posisinya krusial dalam menciptakan ekonomi alternatif di daerah yang bergantung pada sektor ekstraktif.

Sebagai contoh, sektor kuliner tradisional seperti produksi amplang batu bara memiliki potensi tinggi, namun masih terkendala oleh pengemasan, pemasaran, dan akses pasar yang terbatas.

Tanpa dukungan yang tepat dari pihak korporasi, potensi tersebut berisiko gagal berkembang dan sekadar menjadi produk lokal tanpa daya saing.

“Jika pendekatan CSR tidak berubah menjadi lebih strategis, maka perusahaan hanya meninggalkan tapak industri, tanpa bekal ekonomi bagi masyarakat setelah tambang selesai beroperasi,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa transisi ekonomi pascatambang tak mungkin tercapai jika perusahaan tidak membangun kemitraan jangka panjang dengan pelaku usaha lokal.

Kemitraan itu, lanjutnya, tidak cukup hanya berupa pelatihan atau bantuan alat produksi, tapi harus menyentuh aspek pendampingan, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses pasar.

Kutim, sebagai salah satu daerah dengan aktivitas pertambangan yang intensif, saat ini berada di titik krusial untuk menentukan arah masa depan ekonominya.

Sehingga, tanpa perubahan signifikan dalam pendekatan CSR, masyarakat akan terus berada dalam posisi rentan ketika sumber daya alam di daerah mulai menipis.

Ia mengingatkan, CSR seharusnya menjadi bagian integral dari upaya membangun ekonomi yang inklusif dan tahan terhadap gejolak sektor primer. Jika tidak, risiko sosial dan ekonomi pascatambang hanya tinggal menunggu waktu.

“CSR yang ideal bukan memberi ikan, tapi memastikan masyarakat mampu memancing sendiri, bahkan bisa membuka kolamnya sendiri,” pungkasnya. (Adv DPRD Kaltim)

Penulis NA

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 223
Previous Post

DPRD Kaltim Tegaskan Dukungan Perubahan Status BUMD, Sejalan dengan Regulasi Nasional

Next Post

Kinerja BUMD Kaltim Dinilai Mandek, DPRD Desak Evaluasi Menyeluruh dan Strategi Baru Jelang 2026

Zahara

Zahara

Next Post
Kinerja BUMD Kaltim Dinilai Mandek, DPRD Desak Evaluasi Menyeluruh dan Strategi Baru Jelang 2026

Kinerja BUMD Kaltim Dinilai Mandek, DPRD Desak Evaluasi Menyeluruh dan Strategi Baru Jelang 2026

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Dishub Samarinda Usulkan Public Transport pada 2027, Dinilai Jadi Solusi Kemacetan dan Kecelakaan

Dishub Samarinda Usulkan Public Transport pada 2027, Dinilai Jadi Solusi Kemacetan dan Kecelakaan

9 Juli, 2026
Parkir Berlangganan Segera Diluncurkan, Dishub Samarinda Sebut Sistem Sudah Siap

Parkir Berlangganan Segera Diluncurkan, Dishub Samarinda Sebut Sistem Sudah Siap

9 Juli, 2026
Komisi III DPRD Samarinda Soroti LPJU yang Masih Gelap di Jalan Pahlawan, Sutomo, dan S. Parman

Komisi III DPRD Samarinda Dorong Transportasi Massal Masuk Program Prioritas 2027

9 Juli, 2026
Komisi III DPRD Samarinda Soroti LPJU yang Masih Gelap di Jalan Pahlawan, Sutomo, dan S. Parman

Komisi III DPRD Samarinda Soroti LPJU yang Masih Gelap di Jalan Pahlawan, Sutomo, dan S. Parman

9 Juli, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Dishub Samarinda Usulkan Public Transport pada 2027, Dinilai Jadi Solusi Kemacetan dan Kecelakaan

Parkir Berlangganan Segera Diluncurkan, Dishub Samarinda Sebut Sistem Sudah Siap

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.