BONTANG – Program restorasi terumbu karang yang dijalankan Pupuk Kaltim menjadi salah satu praktik konservasi yang dipresentasikan dalam 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026 di Auckland, Selandia Baru.
Dalam forum ilmiah internasional tersebut, Pupuk Kaltim menjadi satu-satunya perusahaan industri nasional yang mewakili Indonesia untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan dan pemulihan ekosistem terumbu karang.
Keikutsertaan Pupuk Kaltim di ICRS 2026 menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan program restorasi terumbu karang selama 15 tahun.
Program tersebut dilaksanakan di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang, melalui pendekatan berbasis sains, kolaborasi multipihak, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.
Hingga 2025, program restorasi yang dijalankan Pupuk Kaltim telah berhasil mengonservasi kawasan terumbu karang seluas 2,23 hektare. Selain itu, kawasan tersebut tercatat menjadi habitat bagi 57 familia ikan karang dan mendukung keberadaan 69 genus karang.
Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pemulihan ekosistem laut, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Pupuk Kaltim, konservasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Program restorasi terumbu karang ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Nomor 14, yaitu Life Below Water, yang berfokus pada perlindungan dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Ke depan, Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus memperkuat upaya konservasi melalui pengembangan program yang berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas bagi lingkungan, masyarakat pesisir, dan generasi mendatang.












