TENGGARONG – Di tengah geliat pembangunan yang terus berjalan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berharap adanya tambahan alokasi anggaran pada APBD Perubahan 2025.
Bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tambahan anggaran itu diharapkan menjadi bahan bakar baru, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, mulai dari jalan, jembatan, hingga sarana pendukung sektor pertanian.
Sekretaris Dinas PU Kukar, H. Rudy Suryadinata, menuturkan bahwa program-program yang berjalan saat ini sudah selaras dengan visi Kukar Idaman Terbaik, namun tantangan lapangan membuat dukungan anggaran tambahan sangat dibutuhkan.
“APBD murni sudah mengakomodasi banyak pembangunan. Tapi tambahan anggaran akan sangat berarti untuk melanjutkan perbaikan infrastruktur dasar, seperti Jalan, jembatan, hingga irigasi adalah kebutuhan yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Rudy melalui telepon selulernya, Selasa (30/9/2025).
Kukar dengan wilayahnya yang luas dan tersebar, sangat bergantung pada akses jalan dan jembatan.
Proyek-proyek strategis yang sedang dikerjakan, seperti Jembatan Sebulu, Jembatan Tenggarong, dan Jembatan Jongkang**, bukan hanya soal beton dan baja, melainkan juga penghubung aktivitas masyarakat dari desa ke kota, dari pasar ke sentra produksi.
Selain itu, peningkatan jalan, pelebaran jalur utama, serta pembangunan drainase juga menjadi fokus utama tahun ini.
“Kami ingin memastikan hasil pembangunan benar-benar membuka akses dan memudahkan mobilitas warga,” kata Rudy.
Tak hanya infrastruktur transportasi, PU Kukar juga tengah menuntaskan pembangunan lanjutan Pasar Tangga Arung, serta sejumlah kantor Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan.
Kehadiran pasar modern diharapkan bisa memberi ruang lebih layak bagi pedagang kecil, sementara kantor pemerintahan baru memberikan pelayanan publik yang lebih representatif.
Di sektor pertanian, pembangunan irigasi dan embung menjadi perhatian penting. Air yang terdistribusi dengan baik akan menjaga ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Rudy mengingatkan, pembangunan bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat, terutama generasi muda, memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan.
“Generasi muda harus aktif memberi ide, gagasan, bahkan kritik yang membangun. Pembangunan tidak akan tepat sasaran tanpa partisipasi mereka,” tegasnya.
Hingga saat ini, progres pembangunan berjalan sesuai perencanaan. Pengawasan ketat terus dilakukan agar pekerjaan tidak menyimpang dari spesifikasi teknis.
Penyedia jasa pun diminta mempercepat pengerjaan, agar proyek bisa rampung tepat waktu.
Rudy optimis, dengan dukungan tambahan anggaran dan sinergi semua pihak, pembangunan Kukar dapat melaju lebih cepat.
Harapannya sederhana: jalan yang lebih mulus, jembatan yang lebih kokoh, pasar yang lebih hidup, sawah yang lebih subur, dan pelayanan publik yang lebih dekat dengan rakyat.
“Pada akhirnya, pembangunan ini bukan hanya tentang proyek, dan ini tentang masa depan Kukar yang lebih tertata dan masyarakat yang lebih sejahtera,” pungkas Rudy. (Adv-DPU Kukar)














