SAMARINDA — Keberlanjutan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menjadi salah satu perhatian Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman dalam acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur. Kegiatan berlangsung di Pendopo Odah Etam, Kompleks Perkantoran Gubernur Kaltim, Jumat (14/8/2026) malam.
Acara tersebut menjadi momentum perpisahan Supardi yang sebelumnya menjabat Kajati Kaltim sekaligus penyambutan Chatarina Muliana sebagai pimpinan baru. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama jajaran Forkopimda dan pejabat daerah turut menghadiri kegiatan.
Ardiansyah menyampaikan penghargaan kepada Supardi atas dedikasi selama bertugas di Kalimantan Timur. Ia berharap pengabdian tersebut menjadi bekal dalam menjalankan tugas selanjutnya.
“Semoga segala pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama bertugas di Kalimantan Timur menjadi amal baik dan membawa kesuksesan di tempat tugas selanjutnya,” ujar Ardiansyah.
Kepada Chatarina Muliana, Bupati Kutim menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat menjalankan amanah. Ia berharap hubungan antara Pemkab Kutim dan Kejaksaan Tinggi Kaltim dapat terus diperkuat.
“Selamat datang dan selamat menjalankan tugas kepada Ibu Chatarina Muliana. Kami berharap sinergi dan koordinasi yang sudah terbangun dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pembangunan dan penegakan hukum di Kalimantan Timur, termasuk di Kabupaten Kutai Timur,” harapnya.
Ardiansyah menilai koordinasi dengan institusi penegak hukum penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.
Pergantian pimpinan Kejaksaan Tinggi Kaltim diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas serta pelayanan hukum kepada masyarakat. Selain itu, keberadaan institusi penegak hukum diharapkan terus mendukung terciptanya pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Kehadiran Bupati Kutim dalam acara tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mempererat koordinasi dengan seluruh unsur Forkopimda dan lembaga penegak hukum.(ADV/prokopim/Kutim)













