Samarinda — Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, mendorong agar belanja yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim lebih banyak berputar dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha di daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasanuddin Mas’ud seusai Rapat Paripurna Ke-20 DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Senin (10/8/2026), di Gedung Utama Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur.
Hal itu disampaikannya saat ditanya mengenai distribusi seragam gratis Pemerintah Kota Samarinda yang disebut menggunakan dua perusahaan sebagai vendor. Kedua perusahaan tersebut disebut berasal dari luar Kalimantan Timur.
Menanggapi kemungkinan agar vendor dari luar daerah tidak kembali dipilih dalam pengadaan berikutnya, Hasanuddin mengaku belum mengetahui persoalan tersebut secara detail.
“Aku enggak tahu itu. Enggak sampai ke sana loh, belum sampai ke sana,” ujarnya.
Meski demikian, Hasanuddin menyatakan setuju dengan gagasan agar belanja pemerintah daerah sebisa mungkin memberikan dampak ekonomi bagi daerah sendiri.
“Mudah-mudahan APBD Kaltim ya berputarnya di daerah Kaltim saja. Karena itu, saya setuju loh pendapatnya KDM (Kang Dedi Mulyadi),” lanjutnya.
Menurutnya, belanja daerah idealnya dapat memberikan efek ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Ia bahkan membuka kemungkinan agar keberpihakan terhadap pelaku usaha daerah dapat dituangkan dalam persyaratan pengadaan, sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Ya harusnya APBD Daerah itu berputarnya di daerah saja kalau bisa, jangan lah daerah lain. Kalau perlu dipersyaratkan gitu loh,” ucapnya.
Hasanuddin menegaskan pandangan tersebut merupakan dorongan agar anggaran pemerintah daerah dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah tempat anggaran tersebut dibelanjakan.
“Kalau bisa APBD berputar di daerah, saya kira itu,” tegasnya.
Sementara terkait keterlambatan distribusi seragam gratis dan dugaan kaitannya dengan vendor dari luar Kaltim, Hasanuddin tidak memberikan penilaian lebih jauh karena mengaku belum mengetahui detail persoalannya. (Iqbal Al-Fiqri)













