TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan diskusi strategis untuk memperkuat sinergi antara Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan wilayah penyangga melalui pembahasan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang melibatkan Wilayah Perencanaan (WP) Jonggon dan WP Koridor Sangasanga Muara Jawa, serta WP Perkotaan Tiru di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mengungkapkan bahwa pengembangan WP Jonggon diarahkan untuk menjadi kawasan agroindustri dan pendidikan yang kompetitif dan berkelanjutan.
“Tujuan kami adalah mengembangkan WP Jonggon menjadi kawasan mitra IKN yang unggul dalam agroindustri dan pendidikan,” ungkap Sunggono.
Sementara itu, WP Koridor Sangasanga – Muara Jawa ditargetkan menjadi Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) yang memberikan layanan kepada wilayah sekitarnya, termasuk PPK Anggana dan PPK Loa Janan, serta terkoneksi dengan WP Muara Jawa dan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Kota Samarinda melalui Jalan Kolektor Primer.
“Kami berambisi menjadikan WP Sangasanga – Muara Jawa sebagai kawasan mitra IKN yang tangguh, dengan fokus pada pengembangan agroindustri, pariwisata, perdagangan, dan jasa,” lanjutnya.
Menurut Perda RTRW Kabupaten Kukar No 7/2023, visi pengaturan ruang di Kukar adalah menciptakan kawasan mitra IKN yang solid dengan pembangunan yang merata dan terintegrasi, berlandaskan industri, pertanian, perikanan, pariwisata, perdagangan, dan jasa yang berwawasan lingkungan.
Sunggono berharap, dengan posisi Kukar sebagai wilayah penyangga IKN, wilayah perencanaan lain yang telah memiliki RDTR dapat segera menjadi fokus percepatan oleh Kementerian ATR/BPN.
“Ini akan memacu pertumbuhan investasi dan pembangunan di Kukar,” tutupnya. (Yah/ADV/DiskominfoKukar)












