Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Tak Seperti Bali dan Jogja, Samarinda Harus Kerja Ekstra Bangun Daya Tarik Wisata

Zahara by Zahara
31 Agustus, 2026
in Berita Utama
0
Tak Seperti Bali dan Jogja, Samarinda Harus Kerja Ekstra Bangun Daya Tarik Wisata

Foto : Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Andy Ariefin.

FacebookTwitterWhatsapp

SAMARINDA – Pengembangan pariwisata Kota Samarinda menghadapi tantangan berbeda dibandingkan daerah yang memiliki kekayaan wisata alam sebagai daya tarik utama.

Samarinda dinilai memiliki potensi pariwisata yang cukup besar. Namun, sebagian besar potensi tersebut membutuhkan pembangunan fasilitas, penataan kawasan hingga dukungan anggaran agar dapat berkembang menjadi destinasi yang menarik wisatawan.

Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Andy Ariefin, mengatakan karakter pariwisata Kota Tepian berbeda dengan daerah seperti Bali maupun Yogyakarta yang memiliki banyak destinasi berbasis kekayaan alam.

Menurutnya, Samarinda lebih banyak membutuhkan pengembangan wisata buatan maupun pengolahan potensi yang sudah tersedia.

“Samarinda ini tipikalnya tidak seperti Bali untuk konteks pariwisata, tidak seperti Jogja yang mereka dimanjakan oleh alam,” kata Andy, Senin (31/8/2026)

Ia menegaskan bukan berarti Samarinda tidak memiliki potensi wisata. Persoalannya adalah bagaimana potensi tersebut dikembangkan hingga memiliki daya tarik yang mampu mendatangkan wisatawan.

Salah satu yang dinilai memiliki prospek besar adalah Sungai Mahakam. Namun, Andy mengatakan mengubah kawasan sungai menjadi destinasi wisata membutuhkan intervensi yang tidak sedikit.

“Contoh Mahakam. Mahakam untuk dipoles menjadi tujuan wisata itu perlu ekstra. Pak Wali harus membangun Teras,” ujarnya.

Menurut Andy, pembangunan Teras Samarinda menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintah harus melakukan penataan kawasan terlebih dahulu sebelum potensi yang tersedia dapat menjadi daya tarik wisata.

Pengembangan kawasan tepian Mahakam juga membutuhkan pembangunan berkelanjutan dengan dukungan anggaran yang cukup besar.

“Sepanjang sungai, sepanjang enam kilometer itu harus dipoles. Itu kan memerlukan ekstra dan biaya yang tidak kecil,” ungkapnya.

Tidak hanya penataan kawasan, konsep wisata berbasis susur Sungai Mahakam juga membutuhkan sarana transportasi khusus.

“Kalau kita mau menyusur sungai, kita perlu kapal dan itu juga tidak kecil modalnya,” katanya.

Andy mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan sektor pariwisata Samarinda.

Daerah yang telah memiliki keunggulan bentang alam, kata dia, relatif lebih mudah membangun destinasi karena pemerintah cukup memperkuat fasilitas dan pengelolaannya.

“Kalau wisata alam ya kita tahu bersama, seperti beberapa daerah yang dimanjakan oleh alamnya. Di Jogja itu tidak usah terlalu banyak ekstra tenaga, dipoles sedikit sudah jadi tempat wisata, orang pada berdatangan,” ujarnya.

Sementara Samarinda harus melakukan investasi lebih besar untuk menciptakan daya tarik baru maupun mengembangkan potensi yang telah tersedia.

Karena itu, wisata buatan menjadi salah satu alternatif yang dinilai realistis untuk terus dikembangkan.

“Di sini itu yang menjadi kendala. Kita tidak punya secara alami yang seperti itu. Ya kita punya potensi, bukan tidak punya. Cuma potensi itu perlu ekstra untuk mengembangkan,” tuturnya.

Andy menilai tantangan tersebut perlu dijawab melalui perencanaan pembangunan yang konsisten. Potensi Sungai Mahakam, kawasan tepian, ruang publik hingga wisata buatan dapat menjadi kekuatan baru apabila dibangun dengan konsep yang jelas dan didukung sarana memadai.

Pengembangan itu juga diharapkan mampu menambah pilihan destinasi di Samarinda sehingga sektor pariwisata dapat memberikan dampak lebih besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 447
Previous Post

Regulasi Pariwisata Samarinda Diperbarui, Kawasan Prioritas Bakal Disesuaikan

Zahara

Zahara

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Tak Seperti Bali dan Jogja, Samarinda Harus Kerja Ekstra Bangun Daya Tarik Wisata

Tak Seperti Bali dan Jogja, Samarinda Harus Kerja Ekstra Bangun Daya Tarik Wisata

31 Agustus, 2026
Regulasi Pariwisata Samarinda Diperbarui, Kawasan Prioritas Bakal Disesuaikan

Regulasi Pariwisata Samarinda Diperbarui, Kawasan Prioritas Bakal Disesuaikan

31 Agustus, 2026
PA GMNI Kaltim Gelar Konferda di Kutai Timur Oktober, 10 DPC se-Kaltim Siap Konsolidasi

PA GMNI Kaltim Gelar Konferda di Kutai Timur Oktober, 10 DPC se-Kaltim Siap Konsolidasi

31 Agustus, 2026
Mahakam Safety Community Edukasi K3 Confined Space, Diikuti Lebih dari 200 Peserta

Mahakam Safety Community Edukasi K3 Confined Space, Diikuti Lebih dari 200 Peserta

31 Agustus, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Tak Seperti Bali dan Jogja, Samarinda Harus Kerja Ekstra Bangun Daya Tarik Wisata

Regulasi Pariwisata Samarinda Diperbarui, Kawasan Prioritas Bakal Disesuaikan

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.