TENGGARONG – Lanskap wisata Tenggarong mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya Pulau Kumala, Museum Mulawarman, dan Planetarium Tenggarong menjadi magnet utama bagi wisatawan, kini tren mulai bergeser.
“Sekarang urutannya, wisatawan lebih dulu ke Museum Mulawarman, lalu Planetarium Tenggarong, dan terakhir ke Ladaya Mangkurawang,” ungkap Kabid Pengelolaan Objek dan Sarana Kepariwisataan Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, Selasa (19/11/2024).
Penurunan tingkat kunjungan ke Pulau Kumala diakui Ridha sebagai dampak dari sejumlah wahana yang rusak.
Beberapa wahana permainan besar yang menjadi daya tarik Pulau Kumala bahkan merupakan buatan Jerman, sehingga perawatannya membutuhkan biaya besar dan waktu lama.
“Wahana permainan besar di Pulau Kumala adalah buatan Jerman. Kondisi ini menjadi tantangan kami untuk memastikan Pulau Kumala tetap menarik bagi wisatawan,” ujarnya.
Namun, bukan berarti Pulau Kumala akan dibiarkan begitu saja. Dispar Kukar berencana menghidupkan kembali daya tarik pulau yang diresmikan pada era Bupati Syaukani HR tahun 2003 itu dengan menambahkan wahana baru.
Salah satu proyek unggulan yang sedang dikebut adalah pembangunan waterboom. “Kami targetkan pembangunan waterboom ini selesai Desember tahun ini. Kami yakin ini akan menjadi daya tarik baru untuk menarik kembali wisatawan ke Pulau Kumala,” tegas Ridha.
Selain itu, Ridha juga mencatat adanya tren positif di mana wisatawan mulai menjelajahi destinasi wisata yang ada di desa-desa sekitar Tenggarong. Fenomena ini, menurutnya, sangat baik karena berkontribusi langsung pada perekonomian masyarakat desa.
“Contohnya, Taman Gubang di Desa Loa Ulung, Tenggarong Seberang, yang kini mulai banyak dikunjungi wisatawan dari luar Kukar. Ini potensi besar yang harus kita sambut dengan baik,” katanya.
Dispar Kukar berkomitmen untuk terus melakukan perawatan dan pengembangan destinasi wisata unggulan di Kukar.
Dengan kehadiran wahana baru di Pulau Kumala dan berkembangnya wisata desa, Ridha optimis Tenggarong tetap menjadi pusat perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah.
“Kami akan terus berupaya agar semua objek wisata, baik di kota maupun desa, menjadi pilihan utama bagi wisatawan. Ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat,” pungkas Ridha.
Dengan berbagai langkah strategis, Tenggarong diharapkan dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata utama di Kalimantan Timur. (ADV)













