KARANGAN, Upaya menekan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tak lagi berhenti di meja diskusi. Mengakselerasi penjangkauan layanan kesehatan dasar hingga ke kawasan pelosok, para bidan yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kutim turun langsung ke garis depan lewat aksi pelayanan kesehatan reproduksi dan bakti sosial di Kecamatan Karangan.
Aksi jemput bola ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-75 IBI dan Hari Bidan Internasional 2026. Bukan sekadar seremoni rutin, gerakan ini diisi dengan edukasi reproduksi perempuan, pelayanan kesehatan keluarga, hingga pemeriksaan IVA Test (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) secara gratis guna deteksi dini kanker serviks.
Kehadiran para tenaga medis ini disambut hangat oleh lintas sektor di Kecamatan Karangan, mulai dari jajaran pemerintah kecamatan, desa, TP PKK, kader posyandu, tokoh agama, hingga perwakilan dunia usaha.
Mewakili Camat Karangan, Kepala Seksi PMDH Hubertus Umar menegaskan bahwa keberadaan bidan adalah fondasi utama dalam mencetak generasi masa depan bangsa yang unggul.
“Harapan agar generasi kita tumbuh baik dan cerdas dimulai dari keselamatan ibu dan bayi. Ujung tombaknya adalah bidan,” tegas Hubertus.
Ia menilai, keterbatasan fasilitas medis di kawasan pedalaman tak boleh menjadi penghalang. Melalui keahlian, dedikasi, dan pendekatan edukatif para bidan, angka kematian ibu melahirkan dapat diminimalisasi secara signifikan.
Pembangunan manusia yang berkelanjutan, menurutnya, harus dimulai sejak masa kehamilan, bukan sekadar fokus pada fisik dan ekonomi semata.
“Bangsa yang besar dibangun dari langkah-langkah kecil yang konsisten. IBI tidak hanya mengawal proses melahirkan, tetapi juga menjalankan tanggung jawab mencerdaskan rakyat melalui edukasi kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua IBI Kutim Yuliana Kalalembang menjelaskan bahwa gerakan masif di garis terluar ini didorong oleh konsolidasi organisasi yang agresif. Sejak dilantik pada September 2025, IBI Kutim telah merampungkan pembentukan struktur hingga tingkat bawah.
“Kami telah membentuk 22 pengurus ranting di 18 kecamatan. Cakupannya sudah mencapai 100 persen,” ungkap Yuliana.
Langkah di Karangan menjadi bagian dari implementasi rencana kerja lima tahunan IBI Kutim sepanjang 2026, yang menggabungkan agenda bakti sosial, penguatan kapasitas organisasi ranting, serta pengawasan mutu pelayanan bidan di lapangan.(adv)













