TENGGARONG – Warga Desa Perdana, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini dapat bernafas lega.
Pemerintah desa setempat bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar resmi memulai pembangunan pasar desa yang digadang-gadang akan menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga.
Pembangunan pasar desa ini tidak hanya bertujuan untuk mempermudah akses jual beli, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Selain itu, keberadaan pasar diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal, yang pada akhirnya akan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk mendukung program-program pembangunan desa secara berkelanjutan.
Pasar desa ini dibangun di RT 3 Desa Perdana, menempati lahan seluas setengah hektare yang sebelumnya digunakan sebagai gudang aset desa.
Kepala Desa Perdana, Pitoyo, mengungkapkan bahwa pasar ini dirancang dengan bangunan utama berukuran 40 x 80 meter, dilengkapi dengan fasilitas modern, serta area parkir yang luas untuk pengunjung dan pedagang.
“Tahap pertama pembangunan sudah dimulai, yaitu pembuatan pondasi pasar. Pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun 2025 hingga pasar siap digunakan sepenuhnya. Ini adalah mimpi yang akhirnya terwujud bagi kami,” kata Pitoyo, Sabtu (23/11/2024).
Menurut Pitoyo, pasar desa ini akan menjadi tempat strategis bagi warga untuk melakukan transaksi jual beli dengan lebih mudah.
Selain itu, pasar ini diharapkan dapat menampung beragam pedagang lokal yang menjual produk-produk unggulan desa, seperti hasil pertanian, perkebunan, dan kerajinan tangan.
“Pasar ini akan menjadi pusat kegiatan ekonomi. Dengan fasilitas ini, kami berharap warga dapat lebih mudah menjual hasil bumi mereka tanpa harus pergi ke pasar yang jauh. Selain itu, ini adalah kesempatan emas bagi warga yang ingin memulai usaha,” tambahnya.
Proyek pembangunan pasar desa ini juga mendapat dukungan penuh dari Disperindag Kukar. Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Disperindag Kukar, Anwari Fitrah, mengatakan bahwa pembangunan pasar serupa juga tengah berlangsung di Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2024.
“Kami berkomitmen mempercepat pembangunan pasar di pedesaan agar masyarakat segera merasakan manfaatnya. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah pedesaan,” ujar Anwari.
Ia menambahkan bahwa pembangunan pasar desa merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat distribusi produk lokal dan meningkatkan daya saing ekonomi desa. Selain itu, pasar ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Warga Desa Perdana menyambut baik dimulainya pembangunan pasar ini. Mereka berharap pasar desa tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga pusat pengembangan ekonomi yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Dengan adanya pasar, kami tidak perlu lagi ke desa lain untuk menjual hasil panen atau membeli kebutuhan pokok. Ini sangat membantu, terutama bagi kami yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian,” ujar Suyadi, salah satu warga Desa Perdana.
Pitoyo juga menyampaikan harapannya agar pasar ini menjadi cikal bakal kebangkitan ekonomi Desa Perdana. Ia yakin pasar tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Pasar ini bukan hanya tentang transaksi jual beli, tetapi juga tentang menciptakan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan bekerja sama. Kami ingin pasar ini menjadi simbol kemajuan Desa Perdana,” tutupnya.
Pembangunan pasar desa di Desa Perdana dan Desa Bunga Jadi adalah salah satu bukti nyata upaya pemerintah dalam pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Dengan hadirnya fasilitas ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses kebutuhan pokok, memasarkan produk lokal, dan menciptakan peluang usaha baru.
Pasar desa ini juga diharapkan dapat menjadi model pengelolaan pasar berbasis masyarakat yang mampu bertahan dan berkembang secara mandiri, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi desa dan masyarakat sekitarnya. (ADV)













