Samarinda – Budaya lokal tak lagi cukup dipertahankan lewat upacara dan pameran semata. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Fadly Imawan, menegaskan bahwa budaya harus menjadi bagian dari strategi ekonomi berbasis digital, bukan hanya simbol identitas daerah.
Menurut Fadly, nilai-nilai budaya yang selama ini hanya dikemas dalam bentuk kegiatan seremonial memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak sektor ekonomi kreatif, asalkan mampu dikolaborasikan dengan perkembangan teknologi informasi.
“Budaya tidak seharusnya hanya disimpan di museum atau ditampilkan di panggung festival. Saat ini, keberlangsungan budaya justru bergantung pada kemampuannya menyesuaikan diri dengan ruang digital,” ujarnya, Sabtu (2/8/2025).
Ia melihat peluang besar dalam integrasi budaya dengan ekosistem digital, mulai dari konten kreatif, platform edukatif, hingga produk berbasis warisan lokal yang dikemas secara modern dan dipasarkan melalui kanal daring.
Bagi Fadly, ini bukan semata soal pelestarian, melainkan reposisi budaya sebagai pendorong ekonomi. Namun, ia menekankan bahwa potensi itu tidak akan tumbuh tanpa dukungan sistematis dari pemerintah.
Fadly mendorong adanya investasi serius dalam infrastruktur digital, pelatihan teknologi untuk para pelaku seni dan budaya, serta kebijakan yang mendukung monetisasi nilai-nilai kearifan lokal.
“Kalau kita ingin budaya tetap hidup dan berdaya, maka harus dibawa ke ruang tempat masyarakat modern berinteraksi yaitu dunia digital,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara komunitas budaya, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata untuk mengembangkan ekosistem yang saling terhubung dan berorientasi pada dampak ekonomi jangka panjang.
Fadly meyakini, menjadikan budaya sebagai fondasi ekonomi bukanlah mimpi utopis. Dengan pendekatan inovatif dan dukungan kebijakan yang tepat, warisan lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Budaya bukan hanya warisan untuk dijaga, tetapi juga aset yang bisa mendorong kemandirian ekonomi dan membentuk identitas daerah di kancah global,” pungkasnya. (Adv DPRD Kaltim)
Penulis NA













