Samarinda — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, mengingatkan pemerintah daerah agar segera mengambil langkah strategis mengatasi ketimpangan distribusi tenaga kesehatan (nakes) yang kian memprihatinkan.
Menurutnya, kondisi ini berpotensi memicu krisis kesehatan berkepanjangan jika dibiarkan tanpa solusi konkret.
“Kalau dibiarkan terus begini, bukan hanya pelayanan terganggu, tapi bisa jadi krisis kesehatan yang berkepanjangan,” ujar Andi Satya, Minggu (3/8/25).
Berdasarkan data, dari total kebutuhan sekitar 4.000 tenaga medis di Kaltim, baru sekitar 50 persen yang terpenuhi. Kekurangan paling parah terjadi di wilayah pedesaan dan kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar), di mana banyak puskesmas tidak dapat beroperasi penuh karena kekosongan SDM.
“Banyak warga di pelosok harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapat layanan kesehatan dasar. Ini ironi, ketika pembangunan infrastruktur untuk IKN begitu gencar, tapi fondasi pelayanan masyarakat justru timpang,” tegasnya.
Sebagai langkah jangka pendek, Andi mendorong optimalisasi layanan telemedicine untuk menjangkau daerah yang belum memiliki dokter tetap. Dengan jaringan internet yang semakin stabil, teknologi ini dinilai bisa menjadi jembatan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat terpencil.
Ia juga mengusulkan skema kolaboratif antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, baik di Kaltim maupun luar daerah, melalui program magang, penempatan tenaga PTT, hingga pengabdian mahasiswa kesehatan.
“Langkah-langkah itu perlu kita dorong sebagai solusi jangka menengah. Kita tidak bisa bergantung pada jalur rekrutmen konvensional saja,” ucap legislator dari dapil Samarinda ini.
Selain itu, ia mendorong Pemprov Kaltim menggulirkan beasiswa ikatan dinas di bidang kesehatan, dengan kontrak pengabdian kembali ke daerah asal.
Menurutnya, hal ini akan memastikan distribusi tenaga kesehatan lebih merata dan berkelanjutan.
“Anak-anak lokal yang dididik lewat beasiswa daerah harus punya komitmen mengabdi kembali ke kampung halamannya,” pungkasnya.(ADV DPRD KALTIM)
Penulis : NA













