Samarinda: Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Ardiansyah, menekankan agar ilmu dari pelatihan Kaji Cepat Bencana yang digelar 11–15 Agustus 2025 segera diterapkan langsung di masyarakat, tidak hanya berhenti pada teori.
“Teman-teman yang sudah mendapatkan ilmu dari pelatihan ini kami harapkan bisa langsung terjun ke masyarakat,” ujar Ardiansyah (16/08/2025).
Ardiansyah menyebut penyebaran pengetahuan dapat dilakukan secara sederhana, yakni berbagi informasi di lingkungan masing-masing dan berkoordinasi dengan RT setempat. Ia juga menyoroti peran mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) yang ikut pelatihan, agar ilmu kebencanaan bisa tersebar merata.
“Teman-teman dari Unmul diharapkan sering ke lapangan bersosialisasi, supaya ilmu yang didapat selama lima hari pelatihan dapat tersebar ke semua pelosok Samarinda,” tegasnya.
Politisi Komisi III itu menekankan pentingnya praktik langsung di lapangan untuk memperkuat pengetahuan peserta dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Yang selama lima hari pelatihan ini jangan cuma sekadar teori, tapi aplikasinya yang paling penting. Sering-sering ke lapangan justru akan menambah ilmu,” jelasnya.
Selain itu, pelatihan ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana, termasuk penanganan kebakaran, banjir, dan longsor.
Ardiansyah menilai keberadaan relawan di lapangan sudah membantu percepatan penanganan bencana, namun prosedur tanggap darurat perlu terus disempurnakan.
“Jadi kita membangun sistem, merapikan SOP, agar koordinasi saat kejadian kebakaran, banjir, atau longsor bisa lebih cepat dan terstruktur,” pungkas Ardiansyah. (adv)













