Suluh Muda Nusantara
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suluh Muda Nusantara
No Result
View All Result
Home Kaltim

Andi Sofyan Hasdam: Pemangkasan TKD dan DBH Ancam Stabilitas Daerah

Zahara by Zahara
10 September, 2025
in Kaltim
0
Andi Sofyan Hasdam: Pemangkasan TKD dan DBH Ancam Stabilitas Daerah

Foto : Andi Sofyan Hasdam Ketua Komite 1 DPD RI.

FacebookTwitterWhatsapp

Samarinda– Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Andi Sofyan Hasdam, mengkritisi kebijakan terbaru Kementerian Keuangan yang disebut akan memangkas transfer keuangan daerah (TKD). Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi menggerus kemampuan daerah dalam menjalankan program-program prioritasnya.

“Dulu saya dengar 24 persen, tapi sekarang yang saya dengar itu 29 persen. Angka ini tentu sangat besar. Dengan kebijakan itu, pusat mendorong daerah agar kreatif mencari sumber pendapatan. Tapi bagaimana mau kreatif kalau sektor strategis seperti pertambangan, blue economy, dan kehutanan justru tersentralisasi? Akhirnya, jalan keluar yang diambil banyak daerah hanya menaikkan pajak,” kata Sofyan dalam keterangannya, Rabu (10/09/25).

Menurutnya, kondisi ini sudah menimbulkan keresahan di sejumlah daerah. Ia mencontohkan, di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pemerintah daerah terpaksa menaikkan pajak karena keterbatasan ruang fiskal.

Sofyan mengaku, dalam rapat Komite I DPD RI bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu, pihak kementerian menegaskan bahwa tidak ada pemotongan transfer daerah

“Yang saya pahami alasannya saat itu dikatakan, dana itu dihitung turun ke daerah lewat program seperti operasi merah putih, makan bergizi gratis, dan pemeriksaan kesehatan. Persoalannya, kondisi riil di daerah hanya diketahui oleh pemerintah daerah. Saya dari Kaltim bisa bicara, awalnya daerah kami mendapat sekitar enam triliun, sekarang tinggal satu triliunan. Itu jelas berdampak besar,” tegasnya.

Sofyan khawatir, pemangkasan ini akan mengganggu program prioritas di Kaltim, termasuk program gratispol. Ia menyebut, bukan tidak mungkin layanan pendidikan, kesehatan, hingga insentif guru dan bansos akan terganggu.

“Kalau rakyat yang tadinya menikmati pendidikan gratis, kesehatan gratis, bansos, sampai insentif guru dan mahasiswa tidak lagi dapat, saya kuatir akan terjadi gejolak di daerah. Dan ini bukan hanya di Kaltim, tapi di hampir semua daerah,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyoroti potensi pemotongan dana bagi hasil (DBH). Padahal, kata dia, DBH merupakan kontribusi nyata daerah kepada pusat atas pemanfaatan sumber daya alam.

“Batu bara, minyak, dan gas dari Kaltim dijual, tapi alam kami rusak. Jadi, DBH jangan sampai ikut dipotong. Ini hal yang sangat kami sesalkan,” imbuh Sofyan.

Untuk menyikapi persoalan ini, Komite I DPD RI berencana mengundang asosiasi pemerintah daerah, mulai dari gubernur, wali kota, bupati, hingga DPRD kabupaten/kota dan provinsi, dalam sebuah forum diskusi. Sofyan berharap pertemuan itu juga dihadiri Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri ESDM.

Selain itu, Sofyan menekankan perlunya revisi Undang-Undang Pemerintahan Daerah yang dianggap semakin sentralistik dan menggerus semangat otonomi daerah.

“Semakin ke sini, otonomi daerah semakin hilang. Kami di Komite I mendorong agar revisi UU Pemerintahan Daerah segera dilakukan, supaya daerah kembali punya kewenangan yang memadai,” jelasnya.

Sofyan juga menyinggung soal dana desa yang dikaitkan dengan program koperasi merah putih. Ia meminta agar dana desa tidak ikut dipotong maupun dipersulit aturannya.

“Biarkan koperasi merah putih berjalan, tapi jangan sampai dana desa terkena dampaknya. Pemerintah desa butuh fleksibilitas untuk melakukan pemberdayaan,” pungkasnya. (Mujahid)

Print 🖨 PDF 📄
Berita Dilihat: 171
Previous Post

Novan Dorong Fasilitas Olahraga Samarinda Ramah Bagi Semua Kalangan

Next Post

Perkuat Silaturahmi dan Nilai Spiritual, PU Kukar Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Zahara

Zahara

Next Post
Perkuat Silaturahmi dan Nilai Spiritual, PU Kukar Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Perkuat Silaturahmi dan Nilai Spiritual, PU Kukar Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

  • Trending
  • Comments
  • Latest
AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

AMKB Siap Kerahkan Kekuatan Penuh Hadang Aplikator yang Langgar Aturan di Kaltim

20 Agustus, 2025
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mahulu Bersitegang, Pembahasan Anggaran Berakhir Ricuh

22 Oktober, 2025
GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

GMNI Kaltim Mengutuk Kekerasan Terhadap Massa Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur

12 Oktober, 2023
Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

Tambang Ilegal di Kutai Barat: Antara Keuntungan Sesaat dan Ancaman Jangka Panjang

17 Maret, 2025
Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Ely Hartati Rasyid Soroti Serapan Tenaga Kerja Pembangunan IKN

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Era Digital, Fraksi PDIP Sarankan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Sosial

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Potret Emir Moeis Temu Kangen dengan Banteng Tua di Balikpapan

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Diguyur Kabar Baik dari India-Eropa, Harga Batu Bara Bangkit

Lewat Pengurus Ranting, PAC PDIP Sungai Pinang Fokus Kawal Persoalan Pendidikan dan Kesehatan

Lewat Pengurus Ranting, PAC PDIP Sungai Pinang Fokus Kawal Persoalan Pendidikan dan Kesehatan

17 Mei, 2026
PAC PDIP Sungai Pinang Rampungkan Musyawarah Ranting Lima Kelurahan

PAC PDIP Sungai Pinang Rampungkan Musyawarah Ranting Lima Kelurahan

17 Mei, 2026
Samri Soroti Menjamurnya Reklame Tak Tertata, Dukung Zona Khusus Segera Diterapkan

Samri Soroti Menjamurnya Reklame Tak Tertata, Dukung Zona Khusus Segera Diterapkan

16 Mei, 2026
Nestapa Narasi Forest City: Dugaan Aktivitas Jetty Ilegal Menunggu Ketegasan OIKN

Nestapa Narasi Forest City: Dugaan Aktivitas Jetty Ilegal Menunggu Ketegasan OIKN

14 Mei, 2026
Suluh Muda Nusantara

Suluhmudanusantara.com merupakan media daring berbasis di Kalimantan Timur dengan tujuan menjangkau Nusantara hingga Internasional.

Terkini

Lewat Pengurus Ranting, PAC PDIP Sungai Pinang Fokus Kawal Persoalan Pendidikan dan Kesehatan

PAC PDIP Sungai Pinang Rampungkan Musyawarah Ranting Lima Kelurahan

Informasi

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Susunan Redaksi

Follow Sosial Media Kami

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kubar
    • Kukar
    • Kutim
    • Mahulu
    • Paser
    • PPU
    • Samarinda
  • Advedtorial
    • DPRD Kaltim
    • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim
    • Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim
    • Diskominfo Kutai Kartanegara
    • Diskominfo Samarinda
    • Diskominfo Kukar
    • DPRD Samarinda
    • Dispora Kaltim
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga

© 2024 Suluh Muda Nusantara - All Right Reserved.