TENGGARONG** – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menggelar rapat koordinasi dan evaluasi pembangunan infrastruktur jalan, Senin (15/9/2025).
Rapat yang dipimpin langsung Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, ini menyoroti capaian pembangunan tahun berjalan, sekaligus merumuskan prioritas untuk tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Dinas PU Kukar itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kukar H. Sunggono, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ahyani Fadianur Diani, Plt Kepala Dinas Perkim M. Aidil, Plt Kepala Bappeda Syarifah Vanesa Vilna, serta jajaran teknis Dinas PU mulai dari Sekretaris Dinas H. Rudy Suryadinata, Kabid Bina Marga Linda Juniarti, Kabid Bina Konstruksi Sofyar Ardani, hingga Kabid Sumber Daya Air Awang Agus Sabandi.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, menegaskan bahwa pembangunan jalan masih menjadi agenda prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, konektivitas antarwilayah memiliki dampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Bupati menekankan agar kita fokus pada pembangunan jalan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ucapnya di sela kegiatan tersebut.
“Jalan menuju sekolah, puskesmas, pasar, maupun kawasan pertanian dan wisata harus menjadi perhatian utama. Karena dari sanalah aktivitas ekonomi dan layanan publik bergerak,” jelas Wiyono.
Ia menambahkan, sejumlah daerah seperti Muara Wis, Muara Muntai, dan Kembang Janggut menjadi titik yang akan diprioritaskan dalam program pembangunan tahun depan.
Selain itu, ruas-ruas jalan yang sudah dibangun akan terus dipantau agar kualitasnya tidak menurun.
Dalam rapat evaluasi, Wiyono juga memaparkan sejumlah tantangan teknis di lapangan, salah satunya kerusakan jalan akibat faktor alam seperti longsor.
Menurutnya, kondisi tersebut harus diantisipasi dengan peningkatan kualitas konstruksi serta penanganan yang cepat.
“Kami menyadari kondisi alam tidak bisa diprediksi. Karena itu, jika terjadi longsor atau kerusakan darurat, penanganannya harus segera dilakukan, dan kualitas konstruksi pun harus ditingkatkan agar lebih tahan terhadap risiko bencana,” tegasnya.
Wiyono menyebut, melalui rakor evaluasi ini setiap OPD sudah menyampaikan paparannya, sehingga gambaran kebutuhan pembangunan lebih jelas.
Langkah berikutnya, adalah menyusun kriteria prioritas agar penggunaan anggaran benar-benar efektif.
“Dari rakor ini kita sudah punya data dan masukan yang lengkap, dan tinggal merumuskan prioritas, mana jalan yang paling mendesak untuk dibangun. Prinsipnya, semua pekerjaan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan kembali bahwa pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan sarana penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jalan yang layak akan membuka akses ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian, sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan.
“Bagi Kami di Dinas PU, setiap ruas jalan yang dibangun adalah investasi jangka panjang bagi masyarakat,” ungkapnya.
“Harapan Kami, dengan perencanaan yang matang dan kerja sama lintas sektor, pembangunan jalan di Kukar bisa selesai tepat waktu, berkualitas, dan bermanfaat luas,” tutup Wiyono. (Adv-DPU Kukar)














