SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, secara resmi membuka Temu Karya Karang Taruna Kutim 2025, yang bertempat di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim. Gelaran ini menjadi titik balik penting bagi Karang Taruna Kutim, yang sempat mengalami kevakuman selama lebih dari lima tahun.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menekankan bahwa Karang Taruna bukan hanya organisasi kepemudaan. Keberadaannya menyentuh berbagai bidang, mulai dari sosial, budaya, keagamaan, hingga olahraga. Oleh karena itu, ia mendorong agar Karang Taruna mampu menjadi motor penggerak pembangunan dari desa hingga kabupaten.
“Mari jadikan Temu Karya ini sebagai awal dari kebangkitan Karang Taruna di Kutai Timur, menuju daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” seru Ardiansyah.
Agus Pranoto, yang berperan sebagai Pelaksana Tugas Karang Taruna Kaltim, juga mengungkapkan hal yang senada. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa meski sempat tidak aktif selama hampir satu dekade, temu karya ini bukan acara seremonial saja.
“Ini adalah momentum penting untuk mengaktifkan kembali Karang Taruna agar bisa berperan strategis di tengah masyarakat,” lanjut Agus menandaskan.
Ketua DPRD Kutim Jimmi yang juga hadir, menyampaikan dukungannya terhadap kebangkitan organisasi ini. Ia berharap Karang Taruna dapat menjadi mitra aktif pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan daerah.
“Karang Taruna harus hadir memberikan manfaat nyata dan menjadi kekuatan sosial yang bergerak bersama visi pemerintah daerah,” ujar Jimmi.
Dalam Rapat Pleno I yang dilangsungkan usai pembukaan, Arsyil Dyago Tandi Tasik resmi ditetapkan sebagai Ketua Karang Taruna Kutai Timur periode 2025–2030. Pria yang akrab disapa Bang Ego itu memperoleh dukungan penuh dari 18 kecamatan se-Kutim dan satu suara dari Karang Taruna Provinsi.
Dalam pidato perdananya, Bang Ego menegaskan tekadnya menjadikan Karang Taruna sebagai mitra strategis pemerintah. “Karang Taruna adalah perpanjangan tangan pemerintah untuk menjangkau masyarakat dan menggerakkan perubahan sosial,” singkatnya penuh semangat. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













