SANGATTA – Melalui 93 Tempat Penitipan Anak (TPA) aktif yang tersebar di area perkebunan kelapa sawit, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (PT DSN) dinilai konsisten dalam memperhatikan pengasuhan dan tumbuh kembang anak-anak pekerjanya. Semua TPA ini sudah berjalan bertahun-tahun dan aktif melayani anak-anak usia dini, kelompok bermain, serta taman kanak-kanak.
Begitu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi, saat berbicara tentang sistem pengasuhan anak di PT DSN, yang kini resmi ditunjuk sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program nasional TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)
Program TAMASYA merupakan upaya terpadu untuk memastikan pengasuhan anak berkualitas dan terlindungi, sejalan dengan protokol penurunan stunting. Program nasional ini lahir dari gagasan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN).
Kabupaten Kutim dipilih sebagai lokus nasional peluncuran, berdasarkan data yang dikumpulkan dari Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Sosial. Keunikan sistem TPA yang terletak di wilayah perkebunan, bukan di area perkotaan, menjadi salah satu faktor penentunya.
Pemerintah Kabupaten Kutim menyambut positif pemilihan ini, dan melalui DPPKB akan bekerja sama dengan Kemendukbangga/BKKBN untuk meningkatkan standar pelayanan di TPA. Mulai dari pelatihan pengasuh hingga pemantauan tumbuh kembang anak.
“Ketika orang tua bekerja, anak-anak dirawat oleh pengasuh yang ditugaskan perusahaan. Ini menjadi contoh nyata bahwa pengasuhan berbasis perusahaan bisa dijalankan dengan baik,” ucap Junaidi bangga. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













