
SANGATTA – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, Faizal Rachman, menyampaikan perhatian terkait struktur pendapatan daerah yang masih sangat bergantung pada sektor pertambangan, khususnya dana bagi hasil dari batu bara. Meskipun Kutai Timur telah menjalani pembangunan selama 26 tahun, fondasi ekonomi dalam APBD belum mencerminkan kemandirian yang diharapkan.
Faizal menjelaskan bahwa penerimaan daerah masih didominasi oleh sumber daya alam yang tidak terbarukan. Kondisi ini membuat keuangan daerah sangat bergantung pada dinamika sektor pertambangan batu bara. “APBD Kabupaten Kutai Timur selama ini memang sebagian besar ditopang oleh dana bagi hasil dari batu bara,” ujarnya saat rapat kerja dengan pemerintah daerah.
Ia menegaskan perlunya langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan tersebut agar APBD lebih sehat dan berkelanjutan. Fokus utama adalah menciptakan struktur fiskal yang lebih kuat dan berbasis pada potensi ekonomi lokal yang beragam.
Faizal menambahkan bahwa pengurangan ketergantungan pada batu bara akan membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan program yang mendukung kapasitas ekonomi masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal. “Kita ingin masyarakat Kutai Timur menjadi mandiri,” tuturnya.
Politisi ini mengajak semua pihak untuk mendorong diversifikasi ekonomi, seperti pengembangan agribisnis berkelanjutan, pariwisata budaya, dan industri kreatif berbasis lokal. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian fiskal daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. (ADV)













