SANGATTA – Wajah birokrasi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali bergeser. Delapan pejabat pimpinan tinggi pratama resmi dimutasi dalam upacara pelantikan di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. Di hadapan para pejabat dan unsur Forkopimda, Bupati H. Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa rotasi kali ini bukan sekadar perpindahan kursi.
Bersandar pada SK Bupati Kutim Nomor 800.1.3.3/299/BKPSDM-MUT, perubahan komposisi pejabat eselon II ini disebut sebagai bagian dari percepatan reformasi birokrasi dan penataan organisasi. Pemerintah daerah ingin memastikan roda pelayanan publik berjalan lebih lincah dan akuntabel.
“Ini adalah bentuk penyegaran. Saya minta para pejabat langsung tancap gas, bekerja maksimal dan profesional di pos masing-masing,” ujar Ardiansyah.
Di jajaran baru itu, Poniso Suryo Renggono kini memimpin Dinas Perhubungan, meninggalkan kursi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Posisi strategis staf ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan ditempati Zubair, yang sebelumnya Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Sementara Aji Widjaya Effendi dipercaya menakhodai Dinas Lingkungan Hidup setelah bertugas di Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida).
Perubahan juga menyentuh posisi pengawasan internal. Joko Suripto bergeser menjadi Inspektur Itwil setelah sebelumnya menjabat Kepala Dishub. Noviari Noor naik menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, meninggalkan Bappeda. Brida kini dipimpin Julian Syah, eks Sekretaris DPRD.
Di lini kebencanaan, Muhammad Idris Syam beralih menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Administrasi Umum, dan HAM, sementara Sulastin dipercaya mengomandoi BPBD.
Ardiansyah mengingatkan, jabatan baru berarti konsekuensi baru: target kinerja yang jelas, inovasi, serta koordinasi lintas sektor. Rotasi ini diharapkan memperkuat daya saing birokrasi Kutim dan menjawab tuntutan pembangunan yang kian kompleks. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













