
SANGGATA – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mendiversifikasi sumber pendapatan daerah tampaknya masih belum menunjukkan hasil yang optimal. Struktur perekonomian lokal hingga saat ini masih didominasi oleh sektor-sektor tradisional yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Yusri Yusuf, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, dalam sebuah kesempatan menyoroti persoalan ini dengan gamblang. “Jadi disertivikasinya sangat konvensionallah belum ada industri yang betul betul bisa bantu APBD kita,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa strategi diversifikasi ekonomi selama ini belum berhasil menyentuh sektor-sektor industri baru yang memiliki nilai tambah tinggi. Ketergantungan yang berkelanjutan pada sektor konvensional, seperti pertanian tradisional atau perdagangan skala kecil, membuat penerimaan daerah menjadi rentan terhadap berbagai gejolak ekonomi dan tidak memiliki prospek pertumbuhan yang ekspansif di masa depan.
Akibat dari kondisi ini, ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik menjadi sangat terbatas. Fokus pada pengembangan industri yang mampu menggerakkan APBD secara signifikan menjadi sebuah keharusan yang tidak dapat ditunda lagi. Industri yang dimaksud adalah yang memiliki rantai pasok panjang, mampu menyerap tenaga kerja secara masif, dan memberikan kontribusi pajak yang substansial bagi penerimaan daerah.
Tanpa kehadiran industri-industri semacam ini, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa terhambat dan daya saing daerah di kancah regional akan sulit untuk ditingkatkan. Untuk keluar dari jebakan ekonomi konvensional ini, diperlukan terobosan kebijakan dan penciptaan iklim investasi yang lebih menarik bagi investor potensial.
Pemerintah daerah perlu secara aktif menjemput investor di sektor-sektor industri unggulan yang sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki Kutai Timur. Selain itu, pembenahan regulasi dan penyederhanaan perizinan mutlak dilakukan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan kompetitif. Pergeseran dari ekonomi konvensional menuju ekonomi industri yang berdaya saing memerlukan komitmen kuat dan perencanaan yang matang dari semua pemangku kepentingan daerah. (ADV)













