TELUK PANDAN – Dentuman alat berat dan hiruk-pikuk pasukan berseragam kini berganti dengan geliat baru di Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 di Kutai Timur resmi ditutup dengan capaian 100 persen, meninggalkan jejak nyata berupa jalan baru, jembatan kayu, hingga sumur bor yang langsung dinikmati warga.
Upacara penutupan dipimpin Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul. Di hadapan jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga, Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto melaporkan tuntasnya seluruh sasaran fisik dan nonfisik. “Semua program selesai tepat waktu, baik sasaran pokok maupun tambahan,” ujarnya.
Sasaran utama berupa pengerasan badan jalan sepanjang 900 meter dengan lebar 6 meter dan tebal 30 sentimeter menjadi urat nadi baru desa. Jembatan kayu 16 x 4 meter di RT 08 melengkapi akses yang sebelumnya terbatas, terutama saat musim hujan. “Kini warga punya jalur yang lebih layak untuk mobilitas harian,” kata Ragil.
Deret sasaran tambahan menguatkan layanan dasar: lima titik sumur bor untuk menjawab kebutuhan air bersih, rehabilitasi satu rumah tidak layak huni berikut MCK, penanaman 250 pohon, penguatan ketahanan pangan di lahan dua hektare, hingga kegiatan percepatan penurunan stunting dan pembersihan lingkungan.
Di sisi nonfisik, Satgas TMMD menggelar penyuluhan kebangsaan, bela negara, kesehatan, pertanian, peternakan, perikanan, bahaya narkoba, stunting balita, hingga sosialisasi rekrutmen TNI AD.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut TMMD di Suka Rahmat strategis karena berada di perbatasan Kutim–Bontang dan dekat objek vital nasional. “TNI berhasil membuka jalur yang tingkat kesulitannya luar biasa. Ke depan, jalur ini akan kita tingkatkan,” katanya. TMMD ke-125 melibatkan 150 personel dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kutim dan PJO TMMD. (ADV/ProkopimKutim/SMN)













