SANGATTA — Suasana khidmat memenuhi Gedung Wanita Bukit Pelangi ketika ratusan perempuan muda Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul dalam merayakan pelantikan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kutai Timur (Kutim) bersama PAC Sangatta Utara dan PAC Sangatta Selatan. Momen ini menjadi babak baru bagi Fatayat NU Kutim dalam memperkuat peran perempuan terhadap pembangunan sosial, dakwah, hingga ekonomi umat di daerah.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan pembacaan SK, ikrar pengurus, dan proses simbolis penyerahan bendera organisasi kepada Ketua PC Fatayat NU Kutim, Lu’luul Wafiroh.
Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman yang hadir memberikan sambutan menekankan pentingnya peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah. Ia mendorong Fatayat untuk berinovasi, terutama dalam bidang ekonomi umat dan pengembangan UMKM, sejalan dengan program ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Perempuan adalah pilar keluarga sekaligus penggerak masyarakat. Fatayat NU harus mampu melahirkan program yang berdampak langsung, terutama bagi ekonomi rumah tangga dan UMKM daerah,” tegas Ardiansyah.
Berbagai tokoh penting turut hadiri acara, mulai dari Ketua PCNU Kutim Sismanto, Pembina Fatayat Hj Sulasih, hingga Ketua DWP Kutim Lisnawati dan Ny Febrian Fajar Yuswantoro.
Ketua Fatayat NU Kutim, Lu’luul Wafiroh, menyampaikan bahwa kepengurusan baru berkomitmen untuk memperluas jangkauan organisasi hingga seluruh kecamatan serta memperkuat perempuan NU sebagai penggerak sosial dan ekonomi. Ia menegaskan bahwa Fatayat bukan hanya ruang organisasi, tetapi wadah untuk menggerakkan perubahan.
Ketua PCNU Kutim Sismanto mengibaratkan Fatayat sebagai “jendela rumah besar NU” yang harus terus terbuka dengan gagasan-gagasan segar. Sementara PW Fatayat NU Kaltim, Erni Tresnawati, mengingatkan bahwa Fatayat harus hadir menjawab isu-isu aktual seperti pernikahan anak, kekerasan perempuan, hingga kematian bayi.
Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya kerja besar Fatayat NU Kutim untuk menghadirkan perubahan nyata. Dengan energi perempuan muda yang terorganisir, Fatayat Kutim diharapkan mampu tampil sebagai kekuatan sosial yang mendorong kemajuan daerah dan memperkuat ketahanan masyarakat.(ADV/ProkopimKutim/SMN)













