Paser,- Di tengah peta kekuatan politik yang belum sepenuhnya berpihak, PDI Perjuangan Kabupaten Paser memilih tidak berdiam diri. Dari sebuah sekretariat sederhana, mesin partai mulai dipanaskan, konsolidasi diperketat, dan target besar dipancang, bangkit dan memperkuat posisi pada Pemilu 2029.
Agenda tersebut dilakukan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab).. Hal ini bukan sekadar agenda rutin. Ia menjadi titik tolak konsolidasi total—dari struktur, kader, hingga basis akar rumput—yang selama ini menjadi penentu hidup matinya kekuatan politik partai. Agenda tersebut dilakukan pada, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan yang digelar di Sekretariat PDI Perjuangan Paser ini menjadi tindak lanjut dari arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan pasca Kongres VI tahun 2025, sekaligus bagian dari penguatan struktur organisasi partai secara menyeluruh.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa Musancab merupakan amanah partai yang harus segera dituntaskan setelah pembentukan struktur pengurus Partai di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Hari ini kita telah melaksanakan Musancab PDI Perjuangan Kabupaten Paser, ada 10 Kecamatan yang kita bentuk untuk strukturnya. Ini adalah amanah Kongres VI partai yang harus kita laksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah tahapan konferda dan konfercab beberapa waktu lalu, partai kini fokus membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan (PAC). Selanjutnya, konsolidasi akan diperluas hingga pembentukan ranting dan anak ranting di tingkat desa, kelurahan, hingga RT/RW dan dusun.
Menurutnya, target pembentukan struktur PAC PDI Perjuangan ditetapkan rampung pada Juni 2026. Namun demikian, ia menekankan bahwa konsolidasi tidak boleh berhenti pada urusan internal semata.
“Kita tidak hanya fokus pada agenda organisasi, tapi juga harus menjalankan program-program kerakyatan. Seluruh kader, baik di eksekutif, legislatif, maupun struktural partai, harus gotong royong menjawab persoalan masyarakat Kaltim,” tegasnya.
Wakil Ketua II DPRD Kaltim tersebut juga menyinggung keterbatasan kekuatan politik PDI Perjuangan di Kabupaten Paser yang saat ini hanya memiliki dua kursi di DPRD. Meski demikian, ia optimistis dengan dukungan struktur di tingkat provinsi yang lebih kuat.
“Kita memang minim di Paser, tapi di provinsi kita punya wakil Ketua DPRD dan sembilan anggota fraksi PDI Perjuangan. Ini menjadi energi tambahan untuk membantu kerja-kerja kader di daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Paser, Hamransyah, menyebut Musancab sebagai langkah strategis untuk memperkuat mesin partai dalam menghadapi kontestasi politik ke depan, mulai dari pilkada, pileg, hingga pilpres.
“Ini bagian dari penguatan struktur organisasi. Setelah PAC, kita lanjutkan pembentukan ranting dan anak ranting karena mereka adalah motor penggerak di akar rumput,” jelasnya.
Ia secara terbuka memasang target peningkatan kursi legislatif pada Pemilu 2029, yakni meraih 5 hingga 6 kursi DPRD. Target tersebut, menurutnya, bukan sekadar ambisi, melainkan harus dicapai dengan perencanaan yang realistis.

“Kita harus bisa breakdown target itu. PDIP di Paser sudah cukup lama tidak memiliki satu fraksi utuh di DPRD, sementara ke depan jumlah fraksi kemungkinan hanya empat,” katanya.
Hamransyah juga menekankan pentingnya soliditas internal dan kedekatan dengan masyarakat. Ia meminta seluruh kader untuk meninggalkan ego sektoral dan bekerja secara gotong royong.
“Saya selalu tekankan dalam rapat, tidak boleh ada lagi jalan sendiri-sendiri. Kita harus satu arah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kader agar bijak dalam bermedia sosial dan tidak terjebak dalam hal-hal negatif yang dapat merusak citra partai.
“Jaga marwah PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik. Kita fokus pada kerja nyata, terutama di sektor pertanian dan bidang lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Meski saat ini hanya memiliki dua kursi di DPRD, Hamransyah menegaskan bahwa para legislator PDIP harus menjadi ujung tombak dalam menyerap aspirasi rakyat. Ke depan, keberadaan struktur partai hingga tingkat bawah diharapkan mampu menjadi jembatan yang lebih efektif antara masyarakat dan wakil rakyat.
“Dengan terbentuknya PAC, ranting, dan anak ranting, komunikasi politik akan semakin kuat. Itu yang akan nantinya memudahkan kita mencapai target,” pungkasnya. (Mujahid)













