Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda mengakui daya tampung SMP Negeri di Kota Samarinda belum mampu menampung seluruh lulusan SD pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kota Samarinda, Mohammad Wahiduddin, usai Rapat Hearing Komisi IV DPRD Kota Samarinda bersama Disdikbud Kota Samarinda mengenai progres kegiatan 2026 dan rencana kegiatan 2027, Senin (6/7/2026), di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda.
Wahiduddin mengatakan, jumlah lulusan SD negeri dan swasta di Samarinda mencapai sekitar 13.079 siswa. Namun, kapasitas SMP Negeri di Samarinda hanya mampu menampung sekitar 10 ribu siswa.
“Yang lulus SD negeri plus swasta, untuk bisa ditampung semua ke SMP Negeri memang tidak tercukupi. Karena 13.079 itu tidak semuanya bisa tertampung ke negeri yang hanya 10.000 SMP-nya,” ujarnya.
Meski demikian, Wahiduddin menyebut masih terdapat kuota SMP Negeri yang belum terpenuhi pada hasil awal pelaksanaan SPMB 2026.
“Dari hasil SPMB kemarin, itu ada yang masih kuotanya belum terpenuhi sebanyak 432,” katanya.
Ia menjelaskan, kekurangan pemenuhan kuota tersebut tersebar di sejumlah sekolah di Kota Samarinda, khususnya di wilayah pinggiran seperti Palaran dan Samarinda Utara.
“Biasanya wilayah-wilayah seperti Palaran atau Samarinda Utara. Seperti SMP 19 misalkan,” ucapnya.
Untuk mengisi sisa kuota tersebut, Disdikbud menyerahkan mekanisme penerimaan kepada masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan skala prioritas.
“Misalkan memprioritaskan orang yang memang domisilinya atau tempat tinggalnya dekat dengan sekolah ini. Kemudian yang memang mendaftar di sekolah ini. Sekolah lebih tahu,” jelas Wahiduddin.
Ia menambahkan, masing-masing sekolah akan mengatur sendiri mekanisme pemenuhan kuota sesuai kondisi di lapangan.
“Sekolah yang akan mengatur mekanismenya. Masing-masing sekolah bervariasi,” katanya.
Wahiduddin juga meminta masyarakat segera memetakan sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota agar proses pendaftaran dapat segera dilakukan.
“Silakan masyarakat melihat sekolah-sekolah yang kuotanya memang belum terpenuhi. Harus gerak cepat untuk kemudian bisa mendaftar ke sekolah yang di dalamnya masih ada kuota,” tuturnya.
Sementara bagi siswa yang tidak tertampung di SMP Negeri, Disdikbud mengarahkan agar melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
“Kalau negeri sekali lagi punya keterbatasan. Kalau tidak negeri, ya ke swasta,” pungkasnya. (Iqbal Al-Fiqri)













