Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat upaya percepatan swasembada pangan melalui rapat koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota, Bulog, TNI, dan sejumlah instansi terkait, Senin (6/7/2026). Pertemuan tersebut membahas evaluasi capaian produksi pangan serta strategi penambahan dan optimalisasi lahan pertanian.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengatakan realisasi produksi pangan di Kalimantan Timur hingga pertengahan 2026 baru mencapai sekitar 60 persen. Karena itu, pemerintah daerah masih membutuhkan tambahan sekitar 15 ribu hektare lahan sawah untuk memenuhi target swasembada pangan pada akhir tahun.
“Kita sudah tiga kali melaksanakan rapat koordinasi dan memang ada peningkatan produksi pangan. Saat ini progresnya sekitar 60 persen, namun target kita pada akhir 2026 harus mencapai 100 persen,” ujar Seno Aji usai rapat koordinasi.
Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan sinergi seluruh daerah di Kalimantan Timur. Hal itu juga berkaitan dengan program nasional yang dijalankan Kementerian Pertanian.
Pemerintah kabupaten dan kota diminta segera memperbarui data potensi lahan pertanian. Selain itu, revitalisasi terhadap lahan yang masih dapat dimanfaatkan juga menjadi fokus pemerintah daerah.
Hasil pendataan nantinya akan dihimpun oleh Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur. Data tersebut kemudian disampaikan kepada Kementerian Pertanian pada akhir Juli 2026 sebagai bagian dari rencana kerja hingga akhir tahun.
“Semua daerah, Bulog, dan TNI sudah terlibat dalam rapat koordinasi. Hasil pembahasan akan dituangkan dalam notulen dan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten dan kota,” katanya.
Seno menjelaskan, saat ini luas sawah produktif di Kalimantan Timur baru mencapai sekitar 31 ribu hektare. Sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 46 ribu hektare.
Kekurangan tersebut akan dipenuhi melalui program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan pertanian yang ada.
Ia menambahkan, pengembangan lahan sawah akan difokuskan di empat kabupaten yang memiliki potensi terbesar, yakni Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser.
“Potensi terbesar ada di Berau, kemudian Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser. Empat daerah itu akan menjadi fokus pengembangan sawah guna mendukung target swasembada pangan,” tutupnya. (Iqbal Al-Fiqri)













