SANGATTA – Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan Provinsi Kalimantan Timur (Katim) tahun 2026. Hal itu mengemuka dalam kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim ke Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang berlangsung di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi bersama jajaran pemerintah daerah, serta anggota DPRD Kaltim, di antaranya Arfan, Selamat Ariwibowo, Agusriansyah Ridwan, Ridwan Safuad, dan Muhammad Darlis Patolongi.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menjelaskan bahwa pengawasan terhadap serapan anggaran menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh program prioritas dapat berjalan sesuai rencana.
“Koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi hingga daerah harus semakin intensif, terutama dalam memastikan serapan anggaran sektor pendidikan dan kesehatan berjalan optimal,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan Kaltim tahun 2026 mengusung dua fokus utama, yakni Kaltim Sukses dan Generasi Emas. Pada fokus Generasi Emas, pemerintah menitikberatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, produktivitas dan kapabilitas SDM, serta penguatan keagamaan dan budaya.
Untuk sektor pendidikan, target capaian berada pada kisaran indeks 80–89 persen melalui pengembangan inovasi pembelajaran, penyediaan layanan dasar pendidikan, serta penguatan skema pendanaan dan creative financing guna meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan.
Di sektor kesehatan, target diarahkan melampaui rata-rata nasional melalui peningkatan layanan kesehatan dasar, percepatan penanganan stunting, serta pembangunan infrastruktur kesehatan.
Pemerintah Provinsi Kaltim mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp2,7 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp1,38 triliun dialokasikan untuk program Gratispol berupa pembayaran Uang Kuliah Tunggal, sedangkan sisanya digunakan untuk pembiayaan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB. Adapun anggaran kesehatan mencapai sekitar Rp1,8 triliun.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menyatakan pemerintah daerah menyambut baik monitoring yang dilakukan Banggar DPRD Kaltim.
“Monitoring serapan anggaran ini sangat penting agar tidak terjadi miskomunikasi maupun disinformasi. Kami sangat antusias menyambut kunjungan kerja ini sebagai upaya memperkuat sinergitas pembangunan,” ujarnya.(adv)













