SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa realisasi investasi yang tinggi harus diimbangi dengan kepatuhan administratif pelaku usaha. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi pelaku usaha UMK dan Non-UMK di Hotel Royal Victoria, Sangatta.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim ini bertujuan memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha, sekaligus mengedukasi teknis pelaporan investasi melalui sistem Online Single Submission (OSS) agar akurat dan tepat waktu.
Kepala DPMPTSP Kutim, Novian Prananta, melaporkan bahwa realisasi investasi Kutim pada 2025 sukses melampaui target. Dari target sebesar Rp 12,5 triliun, realisasinya menembus Rp 20,07 triliun atau 160,06%, menempatkan Kutim sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi kedua di Kalimantan Timur. Adapun pada 2026, target investasi dipatok sebesar Rp 18,42 triliun, dengan capaian pada triwulan pertama telah mencapai Rp 3,18 triliun (17,28%).
Bupati Ardiansyah menyatakan, LKPM merupakan instrumen krusial bagi pemerintah dalam memetakan potensi dan menyusun arah kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Ia juga memaparkan strategi penguatan daya saing daerah melalui pembukaan akses transportasi udara.
Mulai pekan ini, Bandara Tanjung Bara resmi melayani penerbangan penumpang umum rute Balikpapan–Jakarta berkat kolaborasi Pemkab Kutim, PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan Dinas Perhubungan. Ke depan, landasan pacu dan terminal bandara tersebut akan diperluas guna menampung pesawat berbadan lebih besar.
Meski Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim masih didominasi sektor migas dan batu bara sekitar 70%, Ardiansyah mendorong ekspansi investasi ke sektor nonpertambangan seperti pertanian, perikanan, pariwisata, industri kreatif, serta pengolahan kakao dan nanas.
Selain itu, pemerintah daerah turut mendorong pemanfaatan Bank Kutim sebagai mitra pembiayaan guna memperkuat permodalan dunia usaha lokal. Melalui kolaborasi yang solid, investasi di Kutai Timur diharapkan mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, berkelanjutan, dan merata bagi kesejahteraan masyarakat.(adv)













