SANGATTA – Rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai memasuki tahap persiapan yang lebih konkret setelah menjadi gagasan sejak 2011. Pada 2026, pemerintah daerah bersama Universitas Mulawarman (Unmul) mulai menyusun studi kelayakan sebagai dasar pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pembangunan rumah sakit di Muara Wahau merupakan bagian dari visi dan misi pemerintah daerah di bidang kesehatan. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan menjadi rumah sakit penyangga bagi masyarakat yang berada jauh dari rumah sakit utama di Sangatta.
“Rumah Sakit Pratama itu memang menjadi rumah sakit penyangga bagi wilayah sekitar yang jauh dari rumah sakit utama. Kalau di Kutai Timur, rumah sakit utama kita ada di Sangatta,” ujar Ardiansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2026).
Pembangunan RSUD Muara Wahau menjadi kelanjutan penguatan fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah Kutim. Sebelumnya, pemerintah daerah telah membangun RSUD Sangkulirang dan RSUD Muara Bengkal.
“Sudah dibangun satu RSUD Sangkulirang, dan satu RSUD Muara Bengkal. Nah selanjutnya, kami akan membangun RSUD Muara Wahau,” katanya.
Muara Wahau dipilih karena kawasan tersebut berkembang cukup pesat. Selain menjadi kawasan industri perkebunan, wilayah itu juga berada dekat perbatasan Kabupaten Berau dan menjadi jalur perlintasan menuju Kutim.
Untuk mematangkan rencana pembangunan, Dinas Kesehatan Kutim bekerja sama dengan Unmul menyusun FS.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan kajian tersebut menjadi agenda utama pada 2026.
“Di tahun 2026 ini kita berproses untuk melanjutkan agenda persiapan pembangunan RSUD Muara Wahau. Agenda kita tahun ini adalah penyusunan FS atau studi kelayakan, di mana kita bekerja sama dengan Universitas Mulawarman,” jelasnya.
Perwakilan Unmul Ratno Adrianto mengatakan timnya akan meninjau langsung lokasi untuk melihat berbagai aspek, mulai kondisi lahan hingga perizinan dan ketersediaan sumber daya pendukung.
“Besok saya dan tim akan melalukan survey ke lapangan. Harapannya, dari feasibility study ini nanti mendapatkan gambaran dan informasi terkait kondisi realitas bahwa rumah sakit tersebut layak untuk dibangun di Kecamatan Muara Wahau,” jelasnya.
Hasil kajian nantinya diharapkan menjadi dasar dalam menentukan kelayakan pembangunan RSUD Muara Wahau dan memperluas akses kesehatan masyarakat Kutim.(ADV/prokopim/Kutim)













