SAMARINDA — Sejak 2004, Ahmad Vananzda bersama Relawan Doreng PDI Perjuangan Kota Samarinda menjalankan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat. Pelayanan itu terus berlangsung hingga kini, dari membantu warga yang sakit hingga mengantarkan jenazah dan mendampingi keluarga sampai proses pemakaman selesai.
Bagi Wakil Ketua II DPRD Samarinda tersebut, membantu warga tidak selalu berhenti pada menyediakan kendaraan. Dalam kondisi tertentu, ia mengemudikan sendiri ambulans, ikut mengangkat jenazah, dan menemani keluarga yang sedang berduka.
“Kegiatan sosial ini sudah kami lakukan sejak 2004 dan terus berjalan sampai sekarang,” ujar Ahmad saat diwawancarai, Senin (28/9/2026).
Ia mengatakan, kegiatan bersama Relawan Doreng bukan aktivitas yang baru dijalankan. Selama bertahun-tahun, pelayanan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Menurut Ahmad, bantuan tidak harus menunggu momentum atau kegiatan tertentu. Kebutuhan warga menjadi alasan untuk bergerak.
“Ketika masyarakat membutuhkan, kami berusaha hadir untuk membantu,” katanya.
Salah satu bentuk pelayanan itu adalah penyediaan dua unit ambulans yang dapat digunakan masyarakat secara gratis. Ahmad mengatakan, kedua kendaraan tersebut dibeli menggunakan uang pribadi, tetapi diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan.
Layanan itu dapat dimanfaatkan untuk membawa warga yang sakit maupun membantu keluarga yang membutuhkan pengantaran jenazah. Penggunaannya tidak dipungut biaya.
“Ambulans itu saya beli dengan uang pribadi, tetapi bukan untuk kepentingan pribadi. Ada dua ambulans. Kalau ada yang sakit atau meninggal dunia, silakan dipakai secara gratis,” ujarnya.
Pelayanan tersebut juga dilengkapi dengan perlengkapan kedukaan. Ahmad menyediakan keranda hingga bendera penanda kedukaan untuk membantu kebutuhan keluarga ketika ada warga meninggal dunia.
Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa transportasi. Sejumlah keperluan dalam pengurusan jenazah juga disiapkan agar dapat digunakan masyarakat.
Keterlibatan Ahmad dalam pelayanan itu, menurut penuturannya, terkadang berlangsung sejak pengangkatan jenazah hingga pemakaman. Ia mengaku tidak segan turun langsung, termasuk duduk di balik kemudi ambulans ketika diperlukan.
“Yang mengemudikan ambulans kadang saya sendiri. Dari mengangkat sampai dimakamkan saya temani. Saya tidak melihat dia Muslim atau non-Muslim,” katanya.
Ahmad menegaskan, perbedaan agama tidak menjadi pembatas dalam memberikan pertolongan. Warga Muslim maupun non-Muslim dapat memperoleh pelayanan yang sama ketika membutuhkan bantuan.
Melalui kegiatan bersama Relawan Doreng, ia berupaya mempertahankan pelayanan yang telah berjalan sejak 2004 tersebut. Bagi warga yang sakit, bantuan itu berupa kendaraan untuk menjangkau pelayanan kesehatan. Bagi keluarga yang berduka, kehadiran relawan berarti ada yang ikut membantu mengantar dan mendampingi hingga pemakaman selesai.












