Samarinda,- Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan bahwa mayoritas penduduk yang tergolong miskin ekstrem di Kota Samarinda adalah warga pendatang.
Dalam penjelasannya pada Selasa (9/7/2024), Puji menyatakan bahwa dari 989 kepala keluarga yang terdata, hanya sebagian kecil yang merupakan warga asli Samarinda.
“Kebanyakan dari mereka bukanlah warga asli Samarinda. Banyak pendatang yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Samarinda,” ujarnya.
Menurut Puji, jika hanya mempertimbangkan warga asli, sebenarnya hampir tidak ada yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. Namun, masalah muncul dengan kehadiran pendatang yang tidak memiliki rumah dan pekerjaan tetap, sehingga menjadi isu sosial yang perlu diatasi.
“Masalahnya adalah pendatang yang tidak memiliki rumah dan pekerjaan tetap, sehingga menambah jumlah penduduk miskin ekstrem di kota ini,” jelasnya.
Untuk menanggulangi permasalahan ini, Puji menekankan pentingnya kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ia mengingatkan bahwa upaya ini tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Sosial dan Pemberdayaan (Dinsos PM) Samarinda saja, mengingat mereka kekurangan pegawai untuk menangani seluruh masalah sosial yang ada.
“Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda harus bekerja sama untuk menangani kemiskinan, seperti melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan paguyuban-paguyuban untuk membantu para pendatang,” tutupnya. (ADV)













