Samarinda,- Anggota DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kurangnya perhatian terhadap sistem drainase dalam pembangunan jalan di Kota Tepian.
Dalam wawancara pada Selasa (10/7/2024), Anhar menyebutkan bahwa pembangunan jalan tanpa drainase yang memadai akan menyebabkan kerusakan jalan yang cepat.
“Ya pintar PUPR-nya lah sama walikotanya lah, habis di cor habis di aspal ga ada drainase, ya pasti rusak lah. Ga taulah gimana konstruksinya mereka itu,” ujar Anhar.
Anhar juga memberikan saran agar pemerintah melakukan terobosan-terobosan yang lebih baik di masa depan, terutama dalam menghadapi pergantian kepemimpinan saat pemilu atau pemilihan walikota.
“Imbauan ke depan harus ngapain? Kalau aku sih harus ada terobosan-terobosan bagus, misalnya pemilu ada walikota baru, kita tunggu terobosan-terobosan walikota yang baru lagi,” tambahnya.
Politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyoroti bahwa banyak proyek pembangunan yang tidak tuntas dan tidak tepat waktu.
Ia juga menanggapi masalah banjir yang cepat surut namun infrastruktur jalan yang masih belum mendapat perbaikan yang memadai.
“Nyatanya kan sekarang banyak yang ga tuntas juga pembangunannya, tetap banjir meskipun cepat surut, jalan-jalan yang tak dibenahi, proyek besar mangkrak, bukan mangkrak sih tapi ga tepat waktu,” tutup Anhar, menekankan perlunya perbaikan dalam manajemen dan kualitas proyek infrastruktur di kota tersebut. (ADV)













