Samarinda,- Di tengah maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah, Sri Puji Astuti dari Komisi IV DPRD Samarinda menegaskan pentingnya peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam pencegahan kasus tersebut.
Menurut Puji, perundungan tidak selalu bermula di sekolah; seringkali masalah ini sudah ada sejak di lingkungan tempat tinggal.
“Karena tidak selamanya perundungan itu bermula di lingkungan sekolah. Bisa saja kasus perundungan itu terjadi di lingkungan tempat tinggal hingga akhirnya terbawa ke lingkungan sekolah,” ujar Puji pada Kamis (11/7/2024).
Puji menekankan bahwa pengawasan dan pengendalian terhadap anak-anak dalam bersosialisasi sangat penting untuk menghindari dampak psikologis yang negatif. Ia khawatir jika perundungan terjadi di sekolah, anak-anak bisa jadi takut untuk pergi ke sekolah.
“Jika perundungan itu terjadi di lingkungan sekolah, dampak yang kita khawatirkan adalah anak jadi tidak mau atau takut pergi ke sekolah,” jelas Puji.
Lebih jauh, ia juga menyoroti dampak perundungan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal, yang bisa menyebabkan anak-anak merasa takut untuk bermain dengan teman-temannya karena trauma yang mereka alami.
“Jika perundungan terjadi di lingkungan tempat tinggal, anak-anak bisa saja merasa takut untuk bermain dengan rekan-rekan sebayanya karena mereka mengalami trauma dengan sikap perundungan yang pernah mereka alami,” tambahnya.
Puji mengimbau pihak-pihak terkait untuk aktif dalam memberikan edukasi tentang bahaya perundungan dan pentingnya menghindari perilaku tersebut. Hal ini diharapkan dapat mencegah kasus perundungan secara optimal.
“Kita berharap agar kasus bullying di Kota Samarinda tidak lagi terjadi ke depannya, dan pihak terkait diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kasus tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pungkasnya. (ADV)













