Samarinda,- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, sebanyak 79 persen rumah tangga di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengonsumsi air kemasan, dengan Kota Samarinda mencatatkan jumlah konsumen air minum kemasan tertinggi. Sebagian kecil warga masih mengandalkan air ledeng, air sumur bor, dan sumur terlindungi.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat lebih memilih air kemasan karena praktis dan ekonomis. Air kemasan dianggap lebih murah dibandingkan dengan air ledeng, yang memerlukan biaya tambahan untuk proses pemasakan menggunakan gas.
“Mayoritas masyarakat kita menginginkan sesuatu yang praktis, air yang bisa langsung diminum tanpa perlu diolah. Selain itu, harga air galon lebih terjangkau dibandingkan dengan biaya memasak air yang membutuhkan gas dan kompor,” ujar Deni pada Jumat(12/7/2024).
Deni juga menyambut positif rencana jangka panjang Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda untuk membangun fasilitas pengolahan air siap minum. Rencana tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih yang lebih luas.
Namun, saat ini Perumdam masih fokus pada peningkatan jaringan air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), mengingat hanya 87 persen warga Samarinda yang telah mendapatkan aliran air bersih.
“Perumdam berencana membangun fasilitas pengolahan air yang nantinya bisa langsung diminum. Namun, saat ini mereka masih harus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat untuk MCK, karena persentase warga yang mendapatkan air bersih baru mencapai 87 persen,” jelasnya.
Deni berharap bahwa pada tahun 2025, Perumdam Tirta Kencana dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk seluruh wilayah Samarinda.
Ia menekankan bahwa untuk menjadikan kota ini layak huni, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas utama.
“Kami berharap pada tahun 2025 mendatang, semua wilayah di Samarinda sudah mendapatkan pelayanan air bersih. Kota akan maju ketika kebutuhan dasarnya terpenuhi,” tutupnya.
Dengan upaya ini, diharapkan bahwa Samarinda dapat menyediakan akses air bersih yang merata bagi seluruh warganya, sehingga mendukung kualitas hidup yang lebih baik di kota tersebut. (ADV)













