Samarinda- Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Shamri Saputra menilai pengelolahan sektor parawisata di kota samarinda belum maksimal dalam memberikan kontribusi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, pengelolahan sektor parawista di kota samarinda harus berkolaborasi dengan berbagai pihak.
“Upaya koloborasi sangat diperlukan, dalam hal ini pengelolahan sektor parawisata harus melibatkan pemerintah kota dan pihak swasta,” ungkap Shamri, selasa (20/08/24).
Langkah kolaborasi tersebut dinilai akan memberikan beberapa dampak positif, yang akan berpengaruh terhadap pengelolahan sektor parawisata di kota samarinda.
“Pertama, bagi pengelola wisata, dan kedua, bagi pemerintah melalui upaya promosi dan peningkatan pendapatan pajak, selain itu peningkatan wisatawan dan juga pendapatan akan berpengaruh kepada dua pihak,” ujarnya.
Permasalahan kurang signifikannya pendapatan keuntungan dari pengelolahan sektor parawisata dinilai disebabkan beberapa faktor.
“Salah satunya kebanyakan pembangunan wisata dilakukan oleh sektor swasta, yang berakibat minimnya dampak terhadap pendapatan daerah,” terangnya.
Selain itu, minimnya aturan juga menjadi sebab lemahnya pengawasan pembangunan sektor parawisata di kota samarinda.
“Sehingga itu menyebabkan lemahnya kontrol pemkot dalam menyerap keuntungan dari pajak dan pemanfaatan potensi sektor parawisata secara optimal,” pungkasnya. (ADV)













