Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, mengingatkan agar generasi muda Kaltim tidak hanya menjadi penonton dalam era digital yang terus berkembang. Ia menilai bahwa pemuda harus siap menghadapinya dengan keterampilan yang relevan, terutama dalam mengoptimalkan peluang yang muncul di dunia digital.
Menurut Sapto, kemajuan teknologi digital memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga budaya. Namun, perubahan ini juga membawa tantangan yang besar yang harus dihadapi oleh generasi muda.
“Teknologi digital sudah mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan kita. Untuk itu, pemuda Kaltim harus membekali diri dengan keterampilan yang sesuai agar dapat bersaing di dunia yang semakin digital ini,” kata Sapto dalam kesempatan terpisah, Kamis (14/11/2024).
Sapto juga menekankan bahwa teknologi tidak hanya membuka peluang bisnis, tetapi juga memerlukan persiapan yang matang. Jika pemuda tidak mampu beradaptasi dengan cepat, mereka berisiko tertinggal dalam persaingan global.
“Era digital ini adalah kesempatan besar, tapi juga penuh tantangan. Generasi muda harus proaktif dalam mempelajari keterampilan yang dibutuhkan, terutama yang berhubungan dengan dunia digital dan teknologi,” tambahnya.
Selain itu, Sapto menyoroti peran pendidikan tinggi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin berubah. Ia berharap dosen di Kaltim dapat mengintegrasikan pembelajaran praktis dan teori agar mahasiswa siap menghadapinya setelah lulus.
“Pendidikan tidak hanya soal teori, tetapi juga keterampilan praktis. Dosen harus mampu mengajarkan hal-hal yang relevan dengan tantangan industri, sehingga mahasiswa bisa langsung terjun ke dunia kerja dengan bekal yang tepat,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Sapto juga mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama dalam menghadapi persaingan internasional. Ia menyebutkan, kemajuan teknologi membuka peluang global yang lebih luas, dan kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu kunci untuk bersaing.
“Di dunia yang semakin terhubung ini, kemampuan berbahasa asing sangat penting, terutama bahasa Inggris dan Mandarin. Ini akan memberi kita keunggulan dalam pasar global yang semakin kompetitif,” terangnya.
Dengan kesiapan yang tepat, Sapto percaya bahwa generasi muda Kaltim akan dapat menghadapi tantangan dan meraih manfaat dari era digital yang sedang berkembang pesat. (ADV)













