Anggota DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, menekankan pentingnya perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terhadap pelajar asal Kaltim yang sedang menuntut ilmu di Hadhramaut, Yaman.
Hal ini diungkapkan Reza setelah melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut, di mana ia mendapati sejumlah tantangan yang dihadapi oleh pelajar Kaltim, terutama terkait dengan fasilitas pendukung pendidikan.
Dalam pertemuan dengan sejumlah pelajar, Reza mendengar keluhan mereka mengenai kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti tempat tinggal yang layak dan akses terhadap bantuan beasiswa. Ia menilai, meskipun banyak pelajar yang bertekad untuk belajar dengan serius, kondisi yang ada saat ini sangat mempengaruhi konsentrasi mereka dalam belajar.
“Saya berbicara langsung dengan mereka, dan saya sadar betul bahwa mereka memerlukan dukungan ekstra dari Pemprov Kaltim. Khususnya untuk urusan fasilitas dan beasiswa, yang saat ini sangat terbatas,” ujar Reza dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (14/11/24).
Reza menyebutkan, banyak pelajar asal Kutai Kartanegara dan beberapa daerah lainnya di Kaltim, menghadapi kesulitan dalam memperoleh tempat tinggal yang layak, yang tentunya mempengaruhi kenyamanan dan kestabilan mereka dalam menuntut ilmu. Ia mengungkapkan, Pemprov Kaltim seharusnya lebih peka terhadap hal ini, dan segera menyediakan asrama yang layak serta bantuan beasiswa yang memadai bagi pelajar-pelajar tersebut.
“Fasilitas yang memadai, seperti asrama yang layak dan beasiswa yang mencukupi, akan memberikan mereka kesempatan untuk lebih fokus pada pendidikan tanpa terbebani masalah logistik. Ini sangat penting untuk membantu mereka berkembang,” tambah Reza.
Lebih lanjut, Reza mengungkapkan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan pelajar Kaltim di luar negeri juga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sumber daya manusia di Kalimantan Timur. Dengan dukungan yang lebih besar, pelajar-pelajar ini diharapkan bisa kembali ke tanah air dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan daerah.
“Apabila pelajar kita dibantu dengan fasilitas yang memadai, mereka bisa lebih optimal dalam belajar dan nantinya akan kembali dengan keterampilan yang sangat berguna bagi pembangunan Kaltim,” tutup Reza.
Reza Fachlevi mengharapkan Pemprov Kaltim dapat segera merespons keluhan para pelajar tersebut dan mengambil langkah nyata untuk mendukung mereka. Ia percaya bahwa investasi dalam pendidikan para pelajar di luar negeri merupakan investasi yang sangat berharga bagi masa depan Kalimantan Timur yang lebih baik. (ADV)













