Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Salehuddin, mengusulkan perlunya evaluasi pendidikan yang lebih menyeluruh setelah penghapusan Ujian Nasional (UN) pada tahun 2021. Menurutnya, meskipun UN dihilangkan, sistem pendidikan tetap memerlukan cara yang lebih efektif dalam menilai kemajuan dan kompetensi siswa.
Salehuddin menjelaskan bahwa meskipun Ujian Nasional sering dianggap sekadar formalitas, ujian tersebut memiliki peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Setelah penghapusan UN, kita memerlukan indikator evaluasi yang lebih objektif dan terukur untuk memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik,” ujar Salehuddin, Kamis (14/11)
Lebih jauh, politisi yang juga aktif di bidang pendidikan ini menekankan bahwa evaluasi pendidikan harus tidak hanya terbatas pada ujian. Aspek lain, seperti kompetensi siswa dan efektivitas metode pengajaran, juga perlu mendapatkan perhatian yang sama.
“Evaluasi tetap penting untuk memastikan bahwa metode pengajaran dan kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan siswa,” tambahnya.
Salehuddin juga menyarankan agar evaluasi pendidikan dilakukan secara lebih komprehensif, mencakup penilaian terhadap keterampilan praktis dan nilai-nilai sosial siswa.
“Dengan demikian, evaluasi tidak hanya akan menggantikan fungsi UN, tetapi juga memberikan gambaran lebih luas mengenai perkembangan siswa dalam berbagai aspek akademik dan non-akademik.” tuturnya.
Menurutnya, sistem evaluasi yang lebih terukur dan objektif dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur, bahkan Indonesia secara keseluruhan.
“Evaluasi yang jelas dan objektif akan memastikan bahwa pendidikan kita terus berkembang, menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Salehuddin menegaskan bahwa kualitas pendidikan yang baik bukan hanya diukur dari angka-angka ujian, melainkan dari kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari.
“Pendidikan adalah investasi untuk masa depan, dan itu harus tercermin dalam kesiapan siswa menghadapi tantangan global,” tutupnya. (ADV)













