Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, angkat bicara mengenai berbagai kendala yang menghambat pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Ia mengkritik buruknya sistem yang ada, terutama dalam penanganan pasien BPJS yang terus meningkat.
Andi Satya mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien di RSUD AWS merupakan peserta BPJS, dengan jumlah mencapai 80 hingga 90 persen dari total pasien yang datang berobat. Hal ini membuat masalah dalam sistem pelayanan semakin terasa, terutama bagi pasien yang mengandalkan jaminan kesehatan tersebut.
Kepada media, Andi Satya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap gangguan yang sering terjadi pada sistem pendaftaran online rumah sakit. Ia menyebutkan bahwa ketika server mengalami masalah, seluruh alur pelayanan di poliklinik ikut terganggu, menyebabkan banyak pasien yang tidak dapat dilayani tepat waktu.
“Ketika server bermasalah, alur pelayanan menjadi kacau dan pasien tidak bisa mendapatkan pelayanan medis sesuai jadwal. Ini jelas berdampak negatif bagi mereka yang membutuhkan penanganan segera,” kata Andi Satya pada Kamis, 14 November 2024.
Selain masalah teknis pada pendaftaran, Andi Satya juga menyoroti keluhan serius lainnya, yaitu antrean panjang di bagian apotek. Pasien kerap kali harus menunggu berjam-jam setelah pemeriksaan hanya untuk mendapatkan obat yang diperlukan. Hal ini, menurutnya, semakin menambah ketidaknyamanan pasien dan merusak kualitas pelayanan yang seharusnya dapat diberikan oleh rumah sakit.
Sebagai wakil rakyat, Andi Satya mendesak manajemen RSUD AWS untuk segera melakukan perbaikan terhadap sistem yang ada. Ia mengusulkan agar pendaftaran manual diterapkan kembali sebagai alternatif jika sistem online mengalami gangguan. Dengan cara ini, diharapkan pasien tetap dapat dilayani tanpa hambatan.
“Jika ada gangguan pada sistem online, pendaftaran manual seharusnya bisa diaktifkan dengan segera. Ini penting untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” tegas Andi Satya.
Andi Satya menambahkan bahwa perbaikan ini sangat penting agar pelayanan rumah sakit bisa semakin efisien dan nyaman bagi masyarakat, terutama bagi pasien BPJS yang jumlahnya sangat besar. Ia berharap manajemen RSUD AWS dapat segera melakukan pembenahan untuk menghindari keterlambatan pelayanan yang bisa berdampak buruk bagi pasien.
“Kami ingin rumah sakit lebih responsif terhadap masalah yang ada, agar pelayanan kesehatan semakin baik. Pasien harus merasa dihargai dan tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan pengobatan,” ujarnya.
Dengan perbaikan yang tepat, Andi Satya berharap RSUD AWS dapat lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada layanan BPJS. (ADV)













