Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Sulasih, mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang melibatkan anak-anak dan remaja di wilayah ini. Menurutnya, masalah ini telah mencapai titik darurat yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.
Sulasih yang juga aktif sebagai Ketua Organisasi Muslimah di Kutai Timur, menekankan bahwa pencegahan kekerasan seksual harus dimulai dengan edukasi yang komprehensif, khususnya kepada generasi muda yang berada di lingkungan sekolah dan kampus.
“Kekerasan seksual terhadap anak-anak dan remaja semakin sering terjadi. Ini adalah fenomena yang sangat mengkhawatirkan. Kami percaya bahwa pendidikan yang tepat akan membantu mereka memahami potensi bahaya dan cara untuk menghindarinya,” ujar Sulasih, pada Jumat (15/11/2024).
Sebagai langkah nyata dalam pencegahan, Sulasih menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para psikolog untuk memberikan penyuluhan kepada pelajar, mahasiswa, dan anggota organisasi perempuan mengenai risiko kekerasan seksual dan cara-cara untuk mencegahnya. Ia menggarisbawahi pentingnya memberikan pemahaman kepada anak-anak, terutama perempuan, tentang batasan tubuh yang harus dijaga.
“Penting bagi orang tua untuk mengajarkan anak-anak mereka mengenai batasan-batasan tubuh yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun. Hal ini tidak hanya untuk melindungi diri, tetapi juga untuk membekali mereka dengan pengetahuan yang benar tentang apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh orang lain terhadap mereka,” tambahnya.
Komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak juga menjadi isu krusial yang disoroti oleh Sulasih. Ia mengajak orang tua untuk tidak hanya mengawasi pergaulan anak, tetapi juga untuk lebih mendalami siapa saja teman-teman mereka, termasuk mengetahui informasi kontak dan identitas teman-teman tersebut.
“Orang tua harus terlibat aktif dalam kehidupan sosial anak-anak mereka. Mengetahui siapa teman-teman mereka, serta memastikan anak-anak berada di lingkungan yang aman, sangat penting untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual. Pemantauan yang ketat dan komunikasi yang terbuka akan sangat mempengaruhi keamanan anak,” jelas Sulasih.
Sulasih berharap bahwa dengan langkah-langkah edukasi yang lebih intensif dan pengawasan yang lebih baik dari orang tua, jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak di Kalimantan Timur dapat berkurang. Dengan demikian, anak-anak di Kaltim dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan.
“Semoga upaya kita bersama ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak di Kaltim, sehingga mereka bisa tumbuh dengan sehat dan terlindungi,” tutup Sulasih. (ADV)













