Fuad Fakhruddin, anggota DPRD Kalimantan Timur, menegaskan bahwa untuk mewujudkan generasi emas, kualitas pendidikan harus menjadi prioritas utama. Ia menyebutkan, pencapaian ini memerlukan kerja sama erat antara pemerintah, masyarakat, dan orang tua guna membentuk individu yang kompeten dan siap bersaing di kancah global.
Fuad menyampaikan, pendidikan bukan hanya soal pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan sosial yang kuat.
“Pendidikan adalah pilar utama yang akan membentuk pemimpin masa depan. Tidak hanya menciptakan individu yang pintar, tetapi juga yang memiliki akhlak dan integritas,” ujar Fuad, Jumat (15/11/24).
Menurutnya, kesuksesan pendidikan sangat dipengaruhi oleh peran serta orang tua dalam mendukung anak-anak mereka, baik dari segi motivasi maupun bimbingan. Fuad menekankan pentingnya orang tua untuk terlibat aktif dalam pendidikan anak-anak, memastikan mereka mendapatkan panduan yang tepat untuk menghindari pengaruh buruk di luar sekolah.
“Peran orang tua sangat krusial. Pendidikan yang baik dimulai dari rumah, di mana orang tua harus memberikan perhatian penuh pada perkembangan anak-anak mereka,” kata Fuad menambahkan.
Lebih lanjut, Fuad menggarisbawahi bahwa lingkungan yang kondusif juga sangat menentukan keberhasilan pendidikan. Ia mendorong kebijakan pendidikan yang tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pada pembangunan karakter serta pengurangan angka kriminalitas di kalangan remaja. Menurutnya, pendidikan harus menjadi landasan yang memungkinkan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan positif mereka.
“Penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung di luar sekolah, agar anak-anak bisa berkembang menjadi individu yang berkarakter dan tidak terpengaruh oleh pergaulan negatif,” ujarnya.
Fuad juga mengingatkan bahwa akses pendidikan yang merata harus menjadi perhatian serius pemerintah, terutama di daerah-daerah yang terisolasi dan perbatasan. Ia berpendapat, pemerataan akses pendidikan yang berkualitas menjadi investasi jangka panjang yang tidak hanya penting untuk individu, tetapi juga bagi pembangunan daerah dan negara.
“Tidak ada anak di Kaltim yang boleh tertinggal dalam pendidikan. Pemerintah harus memastikan bahwa semua anak, dari kota hingga daerah terpencil, mendapatkan pendidikan yang setara dan berkualitas,” tegas Fuad.
Fuad menyampaikan optimisme bahwa dengan sinergi yang baik antara masyarakat, orang tua, dan pemerintah, Kalimantan Timur akan mampu mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berintegritas dan siap beradaptasi dengan dinamika global.
“Kita semua bertanggung jawab untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki etika yang baik, karakter yang kuat, dan kepedulian sosial,” terangnya.
Dengan upaya bersama, Fuad yakin pendidikan yang berkualitas dapat mengarahkan pada terwujudnya generasi masa depan yang tidak hanya siap menghadapi tantangan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (ADV)













