Yenni Eviliana, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, mendesak agar masalah lalu lintas yang melibatkan truk pengangkut batubara di wilayah Paser segera mendapat perhatian dan diselesaikan. Ia menyoroti insiden kecelakaan tragis di jalan Kaltim-Kalsel yang menewaskan sejumlah korban sebagai contoh nyata urgensi masalah ini.
Menurut Yenni, kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut batubara harus menjadi pemicu bagi seluruh pihak untuk bertindak cepat dan tepat. “Insiden ini sangat memilukan dan jelas bisa dihindari dengan langkah-langkah yang lebih terencana dan terkoordinasi. Semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, perlu bersama-sama mengatasi masalah ini,” tegas Yenni, pada Jumat (15/11/24).
Sebagai anggota DPRD yang mewakili daerah pemilihan Paser dan Penajam Paser Utara (PPU), Yenni memastikan bahwa isu hauling batubara akan segera menjadi perhatian utama dewan. Ia mengungkapkan bahwa masalah ini akan dibahas segera setelah pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), yang dijadwalkan selesai pada 11 November 2024.
“Saya akan mengupayakan agar masalah ini segera dibahas dalam rapat dewan. Hauling batubara yang berdampak pada kelancaran lalu lintas dan keselamatan masyarakat tidak boleh dibiarkan begitu saja,” ungkapnya.
Yenni juga menilai bahwa koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menyelesaikan masalah ini masih lemah. Menurutnya, banyak regulasi yang diterapkan oleh pemerintah pusat tidak mempertimbangkan kondisi lokal dan dampaknya terhadap masyarakat di daerah. Ia menegaskan pentingnya sinergi yang lebih baik antara kedua belah pihak.
“Pemerintah Provinsi Kaltim harus lebih tegas dalam berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Banyak regulasi yang tidak realistis dan tidak mencerminkan situasi lapangan, terutama terkait dengan masalah pengangkutan batubara yang mengganggu,” tambah Yenni.
Dalam kesempatan tersebut, Yenni juga menyampaikan harapannya agar di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, permasalahan daerah dapat segera mendapatkan perhatian lebih. Menurutnya, penyelesaian masalah hauling batubara harus tidak hanya memperhatikan aspek transportasi, tetapi juga keselamatan pengguna jalan dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
“Masalah ini bukan hanya terkait dengan aspek ekonomi atau transportasi semata. Keamanan dan keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menemukan solusi yang menyeluruh dan berkelanjutan,” terangnya..
Dengan langkah yang lebih serius dan segera, Yenni berharap agar solusi konkret dapat ditemukan, yang tidak hanya menyelesaikan masalah lalu lintas, tetapi juga menjaga keselamatan warga serta melindungi lingkungan di Kalimantan Timur. (ADV)













