Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono mengingatkan generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks di era digital. Menurutnya, kunci utama kesuksesan terletak pada penguatan iman dan kesiapan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Iman dan takwa menjadi dasar yang sangat penting dalam meraih kesuksesan. Agama memberikan kita panduan hidup yang tidak hanya menjaga moral, tetapi juga menjadi landasan untuk mencapai keberhasilan yang sejati,” ujarnya, dalam sebuah kesempatan, Selasa (19/11/24).
Ia juga mengajak pemuda untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan Indonesia yang rela berkorban demi kemerdekaan. Menurutnya, semangat nasionalisme yang dimiliki oleh pahlawan harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya di Kaltim.
“Perjuangan para pahlawan Indonesia adalah teladan yang luar biasa. Mereka berjuang dengan segala daya, bahkan mengorbankan nyawa demi kemerdekaan. Kita bisa bersatu hingga saat ini berkat perjuangan mereka,” tambahnya.
Di sisi lain, Sapto juga menyadari tantangan besar yang dihadapi pemuda di era digital. Ia menekankan bahwa generasi muda harus siap menghadapi perubahan yang sangat cepat, dengan terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan agar tidak tertinggal.
“Digitalisasi dan perkembangan teknologi membawa tantangan yang lebih besar. Pemuda harus siap menghadapi setiap perubahan. Belajar dan mengembangkan diri secara berkelanjutan adalah kunci untuk tidak ketinggalan,” terangnya.
Sapto juga menekankan pentingnya kesiapan dalam menghadapi perubahan, termasuk dalam bidang keahlian teknis. Ia memberikan contoh, seorang profesional di bidang teknik sipil, misalnya, harus mampu mengoperasikan perangkat lunak seperti AutoCAD, tetapi juga harus memiliki keterampilan dasar seperti menggambar manual.
“Seorang ahli teknik sipil harus tahu cara menggunakan AutoCAD, namun jangan lupakan keterampilan dasar menggambar tangan. Kemampuan tersebut tetap penting meski teknologi berkembang pesat,” jelasnya.
Akhirnya, Sapto menegaskan bahwa selain menguasai keterampilan teknis, pemuda Kaltim juga perlu memiliki mentalitas yang tangguh dan adaptif. Dengan mental yang kuat, mereka dapat bertahan dan sukses meskipun menghadapi situasi yang tidak terduga, seperti ketika teknologi atau akses internet tidak dapat diandalkan. (ADV)













