Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, menyuarakan kekhawatirannya terhadap tingginya angka penyalahgunaan narkoba yang semakin meluas di kalangan remaja. Ia menilai masalah ini tak hanya mengancam individu, tetapi juga masa depan bangsa, dan membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak, terutama keluarga.
Sapto mengungkapkan bahwa kunci utama pencegahan penyalahgunaan narkoba pada anak-anak adalah pengawasan yang lebih intens dari orang tua. Menurutnya, peran keluarga dalam menjaga dan mendidik anak-anak sangatlah penting, baik dalam aspek pendidikan formal maupun dalam menanamkan nilai-nilai moral di lingkungan rumah.
“Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing anak-anak. Ini bukan hanya tanggung jawab sekolah atau masyarakat, tapi orang tua harus aktif terlibat dalam mengawasi dan mendidik anak,” tegas Sapto, pada Selasa (19/11/24).
Lebih lanjut, Sapto menambahkan bahwa penanaman nilai-nilai agama pada anak sejak dini dapat menjadi salah satu langkah preventif yang efektif. Dengan pondasi iman yang kuat, anak-anak akan lebih mudah mengenali perbedaan antara hal yang baik dan buruk, termasuk dalam pergaulan mereka.
“Dasar agama yang kuat akan menjadi benteng anak-anak kita dalam menghadapi godaan pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. Iman dan takwa adalah pilar yang sangat penting untuk melindungi mereka,” ujar Sapto.
Namun, Sapto juga mengingatkan tantangan baru yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi. Walaupun teknologi memberikan banyak manfaat, seperti kemudahan akses informasi, ia menyebut bahwa teknologi juga dapat membuka peluang bagi penyalahgunaan narkoba melalui pergaulan online yang tidak terkontrol.
“Teknologi sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Di satu sisi, ia memberikan banyak manfaat positif, tapi di sisi lain, tanpa pengawasan yang tepat, teknologi juga bisa menjadi alat penyebaran informasi buruk, termasuk terkait narkoba,” jelasnya.
Sapto berharap dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dari keluarga dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba, generasi muda di Kalimantan Timur dapat terlindungi dari ancaman yang merusak masa depan mereka. (ADV)













