Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berupaya menghidupkan kembali Hotel Atlet di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Kadrie Oening, Samarinda, melalui pengelolaan oleh pihak ketiga. Langkah ini diharapkan mampu mengubah aset yang lama terbengkalai menjadi sumber pendapatan baru sekaligus mendukung aktivitas olahraga dan pariwisata di daerah tersebut.
Hotel Atlet, yang dibangun untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Kaltim 2008, kini berada dalam kondisi memprihatinkan akibat kurangnya perawatan dan pemanfaatan optimal. Dalam lebih dari satu dekade terakhir, fasilitas delapan lantai ini hanya menjadi bukti nyata masalah pengelolaan aset daerah.
Anggota DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, menilai bahwa rencana Pemprov untuk melibatkan pihak swasta adalah solusi realistis guna menghidupkan kembali fungsi hotel ini. Menurutnya, pendekatan ini dapat mengatasi kendala anggaran perawatan serta menghadirkan pengelolaan yang lebih profesional.
“Sering kali, kita jago membangun, tetapi abai dalam perawatan. Pengalaman pahit seperti yang terjadi pada Stadion Palaran harus menjadi pelajaran. Jangan sampai aset ini bernasib sama,” ujar Fuad, Rabu (20/11/2024).
Fuad juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan aset pemerintah. Ia menekankan bahwa pengelolaan oleh pihak ketiga harus disertai dengan target dan manfaat yang jelas, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dengan manajemen profesional, hotel ini bisa menjadi lebih dari sekadar fasilitas atlet. Itu juga bisa menarik wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi Samarinda,” tambahnya.
Pemprov Kaltim sendiri telah mencanangkan renovasi sebagai langkah awal sebelum menyerahkan pengelolaan kepada swasta. Tujuannya adalah memastikan bahwa hotel tersebut memenuhi standar pelayanan yang memadai, baik untuk kebutuhan olahraga maupun akomodasi umum.
Jika berhasil dioptimalkan, Hotel Atlet diharapkan tidak hanya menjadi simbol revitalisasi aset daerah, tetapi juga pusat kegiatan yang mampu meningkatkan daya saing Samarinda sebagai kota olahraga dan tujuan wisata. Fuad optimistis, pengelolaan profesional dapat menghadirkan efisiensi sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas.
“Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya membenahi aset, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (ADV)













