Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 78,20 pada 2023, jauh di atas rata-rata nasional 74,39 dan menempati posisi ketiga tertinggi di Indonesia. Namun, di balik prestasi tersebut, terdapat kesenjangan yang mencolok di beberapa wilayah. Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyoroti ketertinggalan Penajam Paser Utara, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu dalam pencapaian IPM, yang masih berada di bawah angka nasional.
“Keberhasilan daerah seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang yang melampaui rata-rata nasional tentu membanggakan. Tetapi, kita harus memastikan perhatian serius kepada wilayah yang tertinggal agar seluruh masyarakat Kaltim dapat menikmati pembangunan secara adil,” ungkap Andi, Rabu (20/11/2024).
IPM menjadi indikator kunci dalam mengukur keberhasilan pembangunan manusia yang meliputi harapan hidup, pendidikan, dan standar hidup layak. Di Kaltim, angka harapan hidup mencapai 74 tahun, namun sektor pendidikan masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah-daerah yang aksesnya terbatas.
“Kualitas pendidikan adalah faktor utama yang harus ditingkatkan, terutama di wilayah tertinggal. Jika ini diabaikan, Kaltim berisiko kehilangan peluang emas untuk memaksimalkan bonus demografi dan menyongsong visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Andi juga menyerukan strategi pembangunan yang lebih berkelanjutan dan merata. Menurutnya, pemerataan infrastruktur dan akses pendidikan menjadi kunci untuk memastikan semua wilayah, terutama kabupaten yang masih tertinggal, mendapatkan perhatian yang setara.
“Kita tidak bisa hanya fokus pada kota besar. Pembangunan harus menjangkau pelosok. Dengan begitu, pertumbuhan di Kaltim benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim diharapkan lebih agresif dalam memperbaiki ketimpangan ini, terutama melalui peningkatan kualitas pendidikan dan infrastruktur. Dengan langkah nyata, Kaltim diharapkan tidak hanya mempertahankan statusnya sebagai provinsi unggulan, tetapi juga memastikan setiap daerah dapat berkembang secara optimal. (ADV)













