Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, menegaskan penolakannya terhadap keterlibatan perguruan tinggi dalam pengelolaan tambang. Ia menilai bahwa dunia akademik harus tetap menjadi pengawal idealisme dan kontrol kebijakan, bukan terlibat dalam praktik eksploitasi sumber daya alam.
Menurut Darlis, teori yang diajarkan di kampus sering kali tidak sejalan dengan praktik industri. “Dalam teori, semua tertata rapi, dari perencanaan, pengelolaan, hingga pasca-tambang. Tapi kenyataannya, banyak perusahaan tambang tidak menjalankan perencanaan dengan benar,” ujarnya.
Ia khawatir jika kampus turut serta dalam industri tambang, maka tidak ada lagi pihak independen yang mengawasi implementasi teori tersebut.
Darlis menekankan bahwa peran utama perguruan tinggi adalah memberikan kajian ilmiah serta rekomendasi kebijakan yang objektif. Jika kampus terlibat dalam bisnis tambang, maka independensinya sebagai lembaga akademik bisa terganggu.
“Kampus itu tempat belajar, tempat mempertahankan nilai akademik dan idealisme. Kalau ikut menambang, siapa yang akan mengawasi?” tegasnya.
Pernyataan Darlis ini mencerminkan kekhawatiran luas di kalangan akademisi dan aktivis lingkungan. Beberapa pihak menilai bahwa jika universitas masuk ke industri pertambangan, ada potensi konflik kepentingan yang dapat mengaburkan batas antara ilmu pengetahuan dan kepentingan bisnis.
Di sisi lain, pendukung wacana ini berpendapat bahwa keterlibatan akademisi justru dapat meningkatkan standar industri pertambangan. Dengan ilmu yang mereka miliki, mereka dapat memastikan praktik pertambangan lebih berkelanjutan dan sesuai dengan regulasi. Namun, kritik terhadap gagasan ini menyoroti risiko bahwa independensi akademisi dapat terkikis oleh kepentingan ekonomi.
Dengan semakin meningkatnya perdebatan, keputusan akhir mengenai keterlibatan perguruan tinggi dalam tambang masih menjadi tanda tanya besar. Namun, satu hal yang jelas: posisi akademisi sebagai pengontrol kebijakan industri tidak boleh dikorbankan demi kepentingan bisnis semata. (Mujahid)













