PPU – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Yusuf, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting dalam mendorong kemajuan daerah. Menurutnya, sinergi antara legislatif, eksekutif, yudikatif, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang selaras dengan visi-misi Bupati PPU. (04/03/2025)
“Kita harus bersatu, baik eksekutif, legislatif, maupun masyarakat, untuk membangun Kabupaten PPU sesuai harapan bersama,” ujarnya.
Andi Yusuf juga menyoroti dua sektor utama yang menjadi fokus pembangunan, yaitu kesehatan dan pendidikan. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang menekankan pentingnya peningkatan di kedua bidang tersebut. Salah satu program yang akan dijalankan adalah pemberangkatan marbot masjid untuk ibadah umrah serta kebijakan pendidikan gratis bagi siswa SMA sederajat.
“Beasiswa untuk SMA memang ditiadakan, tetapi sekarang pendidikan sudah digratiskan sepenuhnya. Sementara untuk kuliah S1 dan S2, rencananya mulai tahun 2026 akan digratiskan secara menyeluruh,” jelasnya.
Di bidang kesehatan, ia berharap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) PPU yang saat ini berstatus Tipe C dapat ditingkatkan menjadi Tipe B agar mampu memberikan layanan medis yang lebih baik dan lengkap bagi masyarakat.
“Dengan peningkatan status rumah sakit, berbagai jenis penyakit dapat ditangani langsung di PPU. Selain itu, bagi warga yang belum terdata sebagai penerima BPJS, pemerintah akan segera menyelesaikan pembayarannya,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan akan terus menjadi prioritas, dengan koordinasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten PPU dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.
“Insya Allah, tahun ini layanan kesehatan akan terus ditingkatkan melalui koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan provinsi,” pungkasnya. (adv)













