Samarinda- Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry, melontarkan kritik keras terhadap aktivitas tambang ilegal yang menyerobot Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) milik Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman di Samarinda. Ia menilai tindakan tersebut bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai fungsi pendidikan dan penelitian yang telah diamanahkan oleh negara.
KHDTK Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman selama ini berfungsi sebagai laboratorium alam untuk mahasiswa dan peneliti. Namun, kawasan hutan yang semestinya steril dari kepentingan ekonomi kini terusik oleh aktivitas tambang ilegal yang makin meresahkan.
“Hutan tersebut telah diamanahkan oleh kementerian, dalam hal ini kepada Unmul, untuk menunjang aktivitas penelitian dan pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Kehutana jadi ketika ada aktivitas tambang di kawasan tersebut, itu jelas sebuah pelanggaran hukum,” ungkap Sarkowi
Sarkowi yang juga Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kehutanan Unmul menegaskan bahwa dirinya tidak tinggal diam. Ia langsung berkoordinasi dengan Kapolda Kalimantan Timur untuk memastikan penindakan terhadap pelaku tambang ilegal.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Pak Kapolda. Saat ini di lokasi sudah dipasang garis polisi dan sedang dalam proses pengumpulan data dan fakta. Setelah itu akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Menurutnya, pembiaran terhadap tambang ilegal di kawasan KHDTK dapat menciptakan preseden buruk bagi dunia pendidikan.
“Kalau hutan pendidikan bisa seenaknya dimasuki tambang ilegal, bagaimana kita bisa mendidik mahasiswa tentang pentingnya konservasi? Ini bukan sekadar pelanggaran, tapi juga penghinaan terhadap dunia akademik,” ujar Sarkowi dengan nada prihatin.
Ia juga menyoroti pentingnya komitmen semua pihak, termasuk penegak hukum, untuk serius menangani persoalan ini.
“Kita harus bersikap tegas. Ini soal masa depan pendidikan dan lingkungan kita,” imbuhnya.
Seruan tegas Sarkowi menjadi cerminan keresahan yang lebih luas atas lemahnya pengawasan terhadap kawasan hutan di Kalimantan Timur. Tambang ilegal di KHDTK Unmul bukan hanya ancaman ekologis, tetapi juga tantangan serius bagi otoritas pendidikan dan penegakan hukum.
“Saya berharap ini menjadi momentum untuk bersih-bersih dari aktivitas tambang ilegal di seluruh wilayah, apalagi di kawasan pendidikan,” tutup Sarkowi.(Mujahid)













