Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyatakan bakal mengkaji penerapan jam malam bagi pelajar yang sering nongkrong hingga larut malam. Menurutnya, semakin banyak anak muda yang berkeliaran pada jam tidak wajar berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan mereka.
“Mungkin belum ke arah sana (pemberlakuan jam malam), karena belum ada yang cukup darurat. Tapi akan dikaji agar ada langkah antisipasi,” ujar Novan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/5/2025).
Novan menambahkan, persoalan ini juga berkaitan erat dengan kondisi lingkungan yang tidak sehat bagi pelajar. Banyak kasus kenakalan remaja yang muncul akibat pengaruh lingkungan sekitar.
Meski demikian, Novan menekankan bahwa langkah awal untuk mengurangi aktivitas pelajar pada malam hari harus dimulai dari lingkungan keluarga dan peran aktif orang tua.
“Dengan komunikasi yang baik antara anak dan orang tua, saya yakin para pelajar bisa memahami risiko dan bahaya dari lingkungan di luar rumah pada malam hari,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa jika anak sudah keluar rumah di luar jam normal, orang tua perlu memberikan pengingat dan pengawasan.
Saat ini, DPRD Samarinda masih menempuh langkah persuasif dalam menekan dan mencegah kenakalan remaja, terutama pelajar yang kerap kedapatan nongkrong lewat tengah malam.
“Jadi kita tidak boleh memvonis begitu saja. Harus ada pendekatan dan mengetahui apa masalah pada remaja tersebut,” pungkas Novan. (adv)













